Pasar Saham Merugi, Harga Emas Hari Ini Naik Lagi

Jakarta diketahui mengalami kenaikan pada akhir Jumat atau Sabtu pagi WIB. Naiknya harga ini terjadi di tengah keraguan terhadap pasokan vaksin (Covid-19) di Eropa dan akibat saham yang merugi. Akan tetapi, penguatan AS telah menahan kenaikan harga emas ke level yang lebih tinggi. Dengan demikian, emas masih mencatatkan kinerja terburuk pada Januari 2021 dalam satu dekade.

Harga emas di pasar spot terpantau naik 0,6 persen jadi USD1.851,01 per ounce. Sementara itu, harga emas berjangka Amerika Serikat berakhir menguat 0,5 persen ke angka USD1.850,30 per ons. Kegilaan investor ritel di Wall Street pekan ini telah membebani gerak pasar saham. Selain itu, perselisihan di Eropa terkait pasokan vaksin Covid-19 juga telah memengaruhi selera risiko dari para investor emas.

“Kami melihat beberapa volatilitas di pasar ekuitas dan peluncuran vaksin lebih lambat dari yang diharapkan. Jadi emas bertahan cukup baik pada level ini,” ungkap analis Bank of International Xiao Fu, seperti dilansir CNBC melalui Liputan6.

Walaupun harga emas telah menguat pada perdagangan Jumat, apabila dihitung secara bulanan ternyata harga emas anjlok 2,5 persen selama periode Januari 2021 ini. Hal itu sekaligus menjadi level terburuk pada periode Januari sejak tahun 2011. Turunnya harga emas pada Januari ini lebih disebabkan oleh menguatnya kurs dolar AS di tengah kenaikan imbal hasil Treasury AS.

Sementara itu, dari dalam negeri harga emas batangan PT Aneka Tambang (Antam) hari ini, Sabtu (30/1), terpantau stabil di angka Rp954 ribu per 1 gram. Sedangkan harga pembelian kembali atau buyback emas Antam hari ini juga terpantau tidak mengalami perubahan dari harga kemarin, yakni tetap di posisi Rp836 ribu per gram. Data harga emas tersebut diambil dari data terakhir di Butik Emas LM Graha Dipta Pulo Gadung. Di Pegadaian, harga emas cetakan UBS hari ini senilai Rp945 ribu per gram.

Loading...