Obati Infeksi Saluran Napas Hingga Jerawat, Berapa Harga Doxicor 100 Mg?

Ilustrasi: membeli obat di apotek (sumber: healthline.com)Ilustrasi: membeli obat di apotek (sumber: healthline.com)

Penggunaan -obatan memang tidak boleh sembarangan, termasuk obat yang mengandung zat aktif seperti Doxycycline. Doxycycline dalam berbagai dagang di apotik, mulai dari Dohixat, Dotur, Doxicor, Doxycycline hyclate, Dumoxin, Interdoxin, Pushrob, Siclidon, hingga Viadoxin. Doxicor misalnya, tersedia dalam dosis 50 mg dan 100 mg dengan harga jual beberapa ribu per tablet.

Doxicor 100mg tab di Apotek K24 seharga Rp8.514 per tablet, sedangkan yang dosisnya lebih rendah, yakni 50mg ditawarkan dengan harga Rp5.620 per tablet. Doxicor adalah antibiotik produk Pharmacore yang diklaim dapat digunakan untuk infeksi saluran napas, pneumonia, bronkitis & sinusitis kronik, ISK, akne vulgaris (), menular seksual, sebagai terapi alternatif untuk GO dan sifilis, infeksi pada mata, dan riketsia.

Seperti antibiotik lainnya, konsumsi antibiotik seperti Doxicor pun tak boleh sembarangan dengan hanya mengandalkan review-review di internet. Pasien tetap harus berkonsultasi dengan dokter untuk mengetahui dosis yang sesuai dan mencegah terjadinya resistensi terhadap bakteri.

“Harus dipahami, antibiotik itu tidak sama dengan obat biasa. Misalnya nih kalau minum penurun demam hanya ketika terjadi demam, kalau antibiotik tidak seperti itu,” kata dr Anis Karuniawati, spesialis mikrobiologi klinik, seperti dilansir Detik.

Lebih lanjut dr. Anis menjelaskan, anjuran minum obat antibiotik seperti 1×1, 2×1, atau 3×1 mempunyai makna supaya daya kerja obat bisa maksimal untuk membunuh bakteri dalam tubuh. “Itu ada artinya, mengapa harus ada yang sekali, dua kali atau tiga kali sehari itu karena kerjanya obat ini. Ada kemungkinan obatnya tidak bekerja dengan baik jika lupa,” sambung dr Anis.

Selain itu, risiko meminum obat antibiotik secara tidak teratur pun dapat meningkatkan risiko resistensi antibiotik, sehingga mengakibatkan bakteri menjadi lebih kebal terhadap obat. “Kita harus menjamin gimana obat sampai di bakteri ini dan masuk ke dalam bakterinya kemudian mengikat pada target kerja antibiotik tadi. Jadi dosis diberikan itu untuk mantain agar obatnya ada terus di aliran darah kita dan bisa mencapai target,” terangnya.

Guna memaksimalkan daya kerja antibiotik, dr Anis mengimbau pasien untuk meminum sesuai dengan aturan yang diberikan. “Kalau lupa ya diminum aja untuk berikutnya tetapi tidak didobel,” tutupnya.

Loading...