Harga DOD Tahun 2018 Murah, Ternak Entok Ternyata Cukup Menguntungkan

Ternak Entok - entognusantara.blogspot.comTernak Entok - entognusantara.blogspot.com

Hingga kini unggas memang dianggap masih menjadi sektor yang menguntungkan. Selain ayam dan bebek, banyak juga orang yang tertarik beternak entok. DOD (Day Old Duck) entok jenis mata merah atau manila untuk tahun 2018 ini cukup murah, hanya berkisar antara Rp 5.000 hingga Rp 6.000 per ekor, tak terpaut terlalu jauh dengan jual bibit bebek yang mencapai sekitar Rp 7.000 per ekor. Dari bibit atau anak entok yang harganya tidak terlalu tersebut, rupanya banyak peternak yang memperoleh prospek cukup menjanjikan.

“Alhamdulillah, saya setiap hari rata-rata bisa menjual entok dan bebek antara 25 sampai 50 ekor, yang lain pun sama lakunya,” ujar Aman, salah satu pedagang bebek dan entok di Pasar Ayam Weru, seperti dilansir Pikiranrakyat.

Bayangkan saja, jika stok sedang menipis, harga entok biasanya akan melonjak hingga lebih dari Rp 100 ribu. Hal ini terjadi di Kendal pada bulan Mei 2018 lalu. Kala itu, mendekati bulan Ramadan harga daging entok mengalami kenaikan tertinggi, dari yang awalnya hanya Rp 100 ribu per ekor melonjak jadi Rp 140 ribu per ekor.

Aman memaparkan bahwa para pembeli yang datang biasanya membeli bebek dan entok untuk setelah dimasak serta ada pun konsumen yang membelinya untuk dipotong atau dipelihara. Oleh sebab itu pun tak pernah sepi. “Bagi mereka yang tidak mau repot, di pasar ini juga ada perontok bulu unggas, dengan begitu pembeli tinggal bawa pulang dan memasaknya tidak perlu mencabuti bulu ternak tersebut,” ujar Aman.

Tak jauh berbeda, Kepala Dinas Pertanian Peternakan Perkebunan dan Kehutanan Kabupaten Cirebon yang kala itu menjabat, H. Ali Efendi membenarkan jika pasar entok dan bebek memang cukup baik. Akan tetapi kabarnya untuk entok belum ada yang membudidayakannya secara seperti bebek. Masyarakat yang beternak entok biasanya hanya melakukannya sebagai kerja sampingan saja.

“Kalau bebek itu sudah ada sentra-sentranya. Seperti di Desa Kroya Kecamatan Panguragan itu menyediakan DOD, di daerah Losari merupakan sentra pulet (bebek siap bertelur) dan di Gebang adalah menyediakan telur,” ujar Ali.

Loading...