Harga Dinilai Lebih Mahal dari Gula Pasir, Gula Palem Indonesia Justru Populer di Luar Negeri

Gula Palem - healthland.time.comGula Palem - healthland.time.com

Meski jenis cukup beragam, namun masyarakat Indonesia tampaknya sudah terbiasa mengonsumsi pasir yang berasal dari tebu. Padahal ada berbagai macam lain yang rasanya tak kalah nikmat, misalnya saja palem, aren, merah, dan lain-lain. Bahkan beberapa jenis seperti palem alias semut ternyata juga disebut-sebut memiliki untuk kesehatan, tak heran jika harga palem (palm sugar) terkadang bisa lebih mahal dari pasir biasa.

Selama ini banyak orang yang kesulitan membedakan antara gula palem, gula merah, dan gula aren. Padahal gula palem ternyata tidak sama dengan gula merah. Gula yang juga disebut sebagai gula semut ini berasal dari nira atau sari batang tumbuhan palem-paleman yang cara membuatnya memakan waktu cukup panjang.

Gula palem memiliki bentuk hampir mirip seperti gula pasir, akan tetapi warnanya cokelat dan memiliki aroma yang khas. Sedangkan gula aren mirip seperti gula Jawa, tetapi warnanya lebih coklat pekat dan gelap. Aroma gula aren juga lebih khas dan kuat dibandingkan gula Jawa. Gula aren berasal dari nira pohon enau yang diolah secara .

Indonesia sendiri disebut-sebut sebagai pemasok gula palem atau palm suiker terbesar di dunia. Sayangnya jumlah gula palem di dalam negeri justru sangat minim. “Kalau tingkat nasional, dari gula semut masih kurang. Masyarakat masih kurang sadar akan kesehatan,” ujar Dzunaidi, Kasubdit Pangan Kementerian Perindustrian, seperti dilansir Detik.

Gula palem biasanya digunakan untuk pembuatan gula cetak atau bahan baku kecap. Jika di Indonesia gula palem kurang diminati, rupanya tidak demikian di luar negeri. Gula palem menjadi ke negara-negara seperti Amerika, Eropa, dan Jepang karena dianggap rendah kalori dan banyak dijadikan pengganti gula pasir, terutama bagi penderita diabetes.

Tiap tahun tercatat sekitar 3.000 ton gula palem berstandar organik internasional asal Banyumas, Jawa Tengah diekspor ke Amerika, Eropa, dan Jepang. Menurut Dzunaidi, faktor perbedaan harga membuat masyarakat Tanah Air lebih memilih mengonsumsi gula rafinasi atau gula putih. “Kalau tingkat nasional itu biasanya banyaknya untuk pabrik kecap. Soalnya masyarakat Indonesia masih membandingkan antara gula rafinasi yang masih sangat murah dibanding gula semut,” ujarnya.

Sebagai informasi, gula palem tersedia dalam berbagai ukuran kemasan dan . Produk palm suiker merk Pido ukuran 300 gram dengan harga Rp 10 ribu. Kemudian ada pula Edna ukuran 300 gram yang dijual Rp 8 ribuan, Palmy 250 gr Rp 6 ribuan, dan gula palem curah dibanderol Rp 26 ribuan per 1 kg.

Loading...