Harga Cuma Rp 4 Ribuan di Apotik, Gom Banyak Dipakai untuk Membuat Slime

Gom, obat sariawan - www.bukalapak.comGom, obat sariawan - www.bukalapak.com

Tidak seperti di Amerika Serikat, di seperti borax memang dijual secara terbatas. Pasalnya berulang kali ada orang-orang tak bertanggungjawab yang menambahkan berbahaya seperti boraks ke dalam . Dewasa ini, seperti borax ternyata banyak dipakai untuk membuat mainan yang tengah populer, yaitu slime. Karena borax cukup sulit dicari, orang-orang pun menggunakan serupa borax seperti Gom. Gom banyak dijual di apotik dengan harga yang cukup murah.

“Di Amerika, borax dijual bebas sehingga siapapun bisa mendapatkannya. Di Indonesia, borax dijual terbatas. Karena itu dicari komposisi dari bahan lain yang serupa dengan borax. Ada beberapa yang bisa dipakai, salah satunya obat sariawan atau obat tetes mata,” kata Puti Ceniza Sapphira, seperti dilansir Pikiran Rakyat.

Gom bisa didapatkan di sejumlah apotik besar seperti K24 maupun Kimia Farma. Harga Borax Glycerin Gom Cito 8 ml di K-24 berkisar mulai Rp 4.824 per botol. Gom sendiri memiliki komposisi borax glycerin 10% yang berfungsi untuk mengatasi sariawan, bibir kering, dan bibir pecah-pecah. Selain di apotik, saat ini banyak pedagang yang menjual Gom secara di -situs Indonesia.

Meski peruntukan Gom adalah sebagai obat sariawan, Gom kini justru lebih populer digunakan sebagai bahan slime. Bahan-bahan yang dibutuhkan untuk pembuatan slime memang cukup mudah, yakni lem atau bahan rekat lainnya seperti maizena dan serbuk fiber. Kemudian dicampurkan dengan borax dan pewarna hingga memiliki tekstur yang sesuai dengan harapan. Jika terlalu cair, bisa ditambahkan bedak bayi untuk mengentalkannya. Atau jika masih lengket, bisa ditambah baby oil atau lotion.

Meskipun mainan slime sedang populer dan bisa melatih motorik anak, komponen slime dari borax ternyata disebut-sebut berbahaya apabila masuk ke dalam tubuh dan berpotensi untuk menurunkan tekanan darah, menyebabkan gangguan otak, kerusakan ginjal, dan sebagainya.

“Anak-anak memainkan slime pasti dengan tangan. Bakteri-bakteri tersebut di antaranya pseudomonas, streptococcus, shigella, haemophillus, dan hepatitis A. Mengingat slime yang dimainkan berulang kali tentunya bisa jadi salah satu sumber . Karena tidak seperti tangan kita yang bisa dicuci, slime yg dimainkan itu hanya disimpan dan dimainkan berulang-ulang kali,” kata dokter di RSUD Embung Fatimah Batam, Dr. Oktri Zulmaidi, seperti dilansir Riau24.

Usai memainkan slime, sebaiknya tangan dicuci dengan bersih agar tidak ada bakteri atau kuman-kuman yang tertinggal di tangan saat hendak makan atau melakukan aktivitas lainnya. Pembuatan slime juga bisa menggunakan bahan lain yang lebih aman lem Povinal atau tepung kanji.

Loading...