Harga Murah Meriah, Cuka Dixi 100ml Dijual Mulai Rp3 Ribuan

Cuka Dixi (instagram: @sunkara)Cuka Dixi (instagram: @sunkara)

Asam atau asam asetat (acetic acid) merupakan senyawa kimia organik yang dapat memberi asam dan juga dalam makanan, serta berfungsi sebagai pengawet makanan. Asam cuka encer juga digolongkan sebagai asam lemah yang cukup aman untuk tubuh. Merek cuka di pasaran pun bermacam-macam, salah satunya merk Dixi. Cuka Dixi dijual dengan beragam, tergantung ukurannya.

Sebagai contoh, cuka Dixi 100ml dijual dengan harga Rp3.800 hingga Rp5.850 per botol. Selain dijual eceran, cuka Dixi 100 ml juga dijual per box isi 60 pcs seharga Rp181 ribuan. Tak hanya ukuran 100 ml, ada pula cuka Dixi yang berukuran lebih besar isi 650 ml dengan kisaran harga Rp13 ribu sampai Rp15 ribuan. Harga per box isi 12 pcs dibanderol Rp143 ribuan.

Cuka sendiri rupanya tak hanya berguna untuk makanan, tetapi juga menyimpan manfaat sebagai disinfektan alternatif di kala disinfektan sedang langka di pasaran. “Banyak sebetulnya (bahan alternatif), salah satunya adalah cuka yang biasa digunakan untuk empek-empek untuk asam, itu bisa dipakai sebagai disinfektan,” kata Prof. Dr. Arif Sumantri, SKM. M.Kes, seperti dilansir Suara.

Arif mengungkapkan, alasan mengapa cuka bisa menjadi bahan disinfektan alternatif lantaran sifatnya asam atau mempunyai pH rendah dan kandungan di dalamnya dapat menghambat perkembangbiakan mikroorganisme, termasuk . “Cara kerja asam cuka, rendahnya PH dan asam asetat cuka menghambat mikroorganisme,” bebernya.

Cuka disebut dapat dimanfaatkan sebagai alternatif disinfektan lantaran manfaatnya sebagai antiseptik. Terlebih jika ditambah dengan minyak esensial seperti minyak kemiri, kayu putih, kayu manis, cengkeh, dan jeruk nipis. “Cuka merupakan antiseptik ringan, dan minyak esensial menambahkan kualitas anti bakteri, anti-virus, dan anti jamur,” tuturnya.

Ia menerangkan, selain berbahan dasar cuka, masyarakat pun dapat membuat disinfektan dengan menggunakan daun sirih yang direbus. Daun sirih yang direbus pun kabarnya memiliki kemampuan antiseptik asalkan memerhatikan dosis yang sudah ditentukan.

“Untuk bisa memanfaatkan disinfektan alami, seperti misalnya daun sirih itu juga sebagai antiseptik, kemudian kalau seandainya digunakan, maka yang diperlukan adalah kita harus perhatikan bahwa ukuran dosis dan konsentrasi itu bisa sesuai sehingga tidak menimbulkan hal yang menyebabkan resistensi,” tandasnya.

Loading...