Harga Bitcoin Terus Anjlok di Tengah Kekhawatiran Investor Akan Risiko Kehilangan Aset

Harga bitcoin hari ini melemah - oracletimes.com

hari ini, Minggu (19/8) terpantau anjlok 0,47 persen ke level 6.365,39 per 1 BTC atau sekitar Rp 92,7 jutaan setelah dibuka pada posisi 6.395,35. Sepanjang perdagangan hari ini, telah bergerak pada kisaran angka USD 6.348,15 hingga USD 6.395,35.

Bitcoin diketahui melanjutkan pelemahannya ke level yang lebih dalam sejak diperdagangkan terakhir pada Sabtu (18/8) di angka USD 6.517,59, kemudian anjlok ke posisi USD 6.357,56 dan terus melemah hingga ke level terendah USD 6.327,19. Sejak menginjak level USD 6.300, hingga kini bitcoin masih belum mampu bangkit ke level yang lebih tinggi lagi.

Menurut bos Coinshares, Meltem Demirors tekanan untuk bitcoin terus muncul karena bitcoin masih merupakan suatu teknologi yang sulit dipahami oleh masyarakat luas. “Saya pikir bagian yang sulit tentang bitcoin adalah narasi seputar bitcoin masih sangat sulit untuk dipahami dan saya pikir komunitas crypto benar-benar berjuang dengan narasi sekarang,” kata Demirors, seperti dilansir CNBC.

“Teknologi baru yang mengubah paradigma membutuhkan waktu yang lama untuk benar-benar dimengerti. Saya pikir apa yang kita lihat di crypto adalah saat bahwa kita melihat sebuah lompatan besar di mana semua orang takut kehilangan dan inilah yang menyebabkan gelembung spekulatif semacam ini,” sambungnya.

Di sisi lain, bitcoin dan sejumlah lainnya belum lama ini dikritik oleh dan ahli , tak ketinggalan miliarder Bill Gates pun bertaruh untuk melawan bitcoin. “Sebagai sebuah aset, Anda tidak menghasilkan apa-apa dan Anda tidak perlu mengharapkannya untuk naik. Ini semacam dengan ‘teori yang benar-benar bodoh’,” ujar co-founder Microsoft tersebut.

Akan tetapi, laporan dari Bloomberg justru berkata lain. Penambangan bitcoin tetap menjadi suatu aset yang menguntungkan bagi beberapa penambang, bahkan meski penurunan bitcoin terus berlanjut. Salah satu indikator akan hal itu adalah peningkatan hashrate, yang merupakan kemampuan komputasi untuk menambang bitcoin yang diukur pada jaringan bitcoin. Hashrate meningkat sesuai dengan investasi tambahan yang dibuat oleh penambang ke dalam kekuatan komputasi.

Awal Agustus 2018 lalu, Bitcoinist melaporkan bahwa hashrate jaringan bitcoin telah mencatat nilai tertinggi sepanjang masa menjadi 52 quintillion hash per detik. Pertumbuhan hashrate dimulai pada akhir 2017 hingga 2018. Selama periode ini, beberapa pemain besar di ruang pertambangan memperkuat posisi mereka dengan berinvestasi pada hardware yang lebih baik dan menyiapkan operasi di negara-negara seperti Georgia yang menawarkan keunggulan kompetitif dalam hal biaya listrik.

Loading...