Terkoreksi, Analis Prediksi Bitcoin & Ethereum Sedang Persiapan untuk Reli

Bitcoin dan ethereum melemahBitcoin dan ethereum melemah - www.forbes.com

Jika pekan lalu bitcoin masih bergerak di atas level 8.000, maka hari ini, Minggu (15/3), telah terlempar cukup jauh ke level 5.182,27 atau sekitar Rp75,9 jutaan dalam rupiah, turun 7,39% setelah dibuka pada posisi 5.602,79. Sepanjang hari ini, BTC telah diperdagangkan pada kisaran angka 5.076,86 hingga 6.115,83 dengan kapitalisasi pasar mencapai 94,69 miliar.

Pergerakan bitcoin sendiri mendukung gagasan bahwa bitcoin lebih berkorelasi dengan pasar tradisional dibandingkan yang diyakini oleh para pendukungnya. “Reli dari rendah bertepatan dengan perubahan di pasar ekuitas,” ujar Max Boonen, CEO B2C2, market maker over-the-counter (OTC) yang berbasis di London, seperti dilansir Coindesk.

Di sisi lain, Federal Reserve AS cabang New York mengumumkan suntikan $1,5 triliun uang tunai ke dalam keuangan pada hari Kamis. Kabar tersebut membuat para berpikir bitcoin masih memiliki potensi besar sebagai aset safe haven meskipun dalam masa coba-coba uang tunai dan pengetatan obligasi yang tampaknya menjadi apa yang diinginkan orang saat ini.

“Akhirnya, ketika QE mencuci bola dunia dengan lebih banyak fiat, BTC akan muncul dengan sendirinya. Alasan mendasar mengapa BTC ada sekarang bahkan lebih kuat,” ujar Jack Tan dari firma algoritmik Kronos Research, merujuk pada kebijakan pelonggaran kuantitatif yang digunakan oleh para bank sentral sejak krisis keuangan 2008.

“Pedagang dari semua jenis – kelembagaan, prosumer, ritel, dan semua orang di antaranya – mengambil keuntungan dari peluang nilai di pasar oversold yang secara fundamental sehat dan matang untuk pemulihan di masa depan yang tidak terlalu jauh,” ungkap Denis Vinokourov, kepala penelitian di Bequant, sebuah perusahaan aset digital yang berbasis di London.

Sementara itu, yang pekan lalu masih ada di atas level USD200 pun kini anjlok 9,95% dari posisi pembukaan USD134,51 ke USD121,07 atau sekitar Rp1,7 jutaan. ETH hari ini diperdagangkan di rentang angka USD121,07 hingga USD140,12 dengan pangsa pasar USD13,33 miliar.

“Kami mengharapkan harga pulih, meskipun lingkungan geopolitik saat ini dan wabah koronavirus yang berkembang membuat waktu dan ukuran pemulihan itu agak tidak pasti,” tambah Vinokourov.

Loading...