Makin Populer Saat Pandemi, Harga Bitcoin dan Ethereum Terus Melonjak

Harga bitcoin dan ethereum hari ini - www.mic.com

JAKARTA – Di tengah ekonomi akibat pandemi , minat investor terhadap seperti Bitcoin dan Ethereum cenderung meningkat, lantaran bisa menjadi alternatif non-tunai. Imbas permintaan yang tinggi, mata uang kripto ini pun terus melonjak, dengan Bitcoin menembus angka Rp149 juta, sedangkan Ethereum mencapai Rp4,6 jutaan.

Seperti dilansir dari Reuters, setelah beberapa minggu diperdagangkan dalam kisaran sempit, harga Bitcoin menembus 10.000 AS pada hari Minggu (26/7) untuk pertama kalinya sejak awal Juni. Sebelumnya, harga mata uang ini harus jatuh karena pemotongan reward yang ketiga kalinya pada tahun 2020, dari 12,5 menjadi 6,25. Kala itu, halving ini memengaruhi penawaran Bitcoin dan membuat penambang membutuhkan lebih banyak waktu untuk memperoleh reward mereka.

Lonjakan harga juga dialami mata uang kripto lainnya, Ethereum. Berdasarkan data Investing.com pada Minggu pukul 15.44 WIB, harga Etherium melonjak 10,05% menjadi 315,76 dolar AS atau setara Rp4,6 jutaan. Kemudian, menurut laporan terbaru pada Senin (27/7) pukul 09.46 WIB, harganya ditaksir sekitar Rp4,643 jutaan, naik 5,54% dari penutupan sesi sebelumnya.

“Performa mata uang digital di tengah pandemi seperti saat ini bisa membantu mendorong geliat perekonomian,” tutur CEO Indonesia Digital Asset Exchange (Indodax), Oscar Darmawan, dilansir Kompas. “Investor dan trader bisa memanfaatkan momentum ini untuk meraup keuntungan dan menutup kerugian akibat penurunan (sideway) kinerja investasi lain imbas wabah COVID-19.”

Ia melanjutkan, hampir setiap minggu, ada koin yang diperdagangkan di Indodax mengalami kenaikan 100%. Menurutnya, masih ada mata uang digital lainnya yang berpotensi mengalami kenaikan harga secara fantastis, seiring meningkatnya permintaan mata uang digital karena infrastruktur dompet aset (blockchain) yang semakin berkembang. “Harga Bitcoin masih akan terus mengalami peningkatan signifikan walau pandemi ini sudah berakhir,” sambung Oscar.

Di dalam negeri, seperti disalin dari CNBC Indonesia, regulasi cryptocurrency telah diatur melalui Peraturan Bappebti No. 5 tahun 2019. Aset cryptocurrency diakui sebagai komoditas yang dapat diperdagangkan di bursa berjangka. Regulasi ini membuat industri cryptocurrency telah memiliki payung hukum yang jelas dan akhirnya terus berkembang di Indonesia.

Loading...