Murah Untung Berlipat, Segini Harga Bibit Lobster Air Laut

Lobster Air Laut - www.tagar.idLobster Air Laut - www.tagar.id

JAKARTA – Meski untungnya bisa berkali-lipat, budidaya lobster di Tanah , baik itu tawar maupun laut, relatif belum tersentuh. Padahal, untuk memulai budidaya hewan tersebut, yang dikeluarkan tidak terlalu menguras kantong. Bahkan, atau benih lobster bisa Anda peroleh langsung dari dengan harga yang sangat terjangkau.

Menurut Mantan Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti, seperti dilansir Detik Finance, pada tahun 2018 lalu, harga benih lobster di tingkat nelayan hanya Rp3.000 per ekor. Sementara, pada tahun 2020 ini, harganya tidak banyak berubah, berkisar Rp3.000 hingga Rp8.000 per ekor di dalam negeri. Bandingkan dengan harga bibit lobster di Vietnam yang mencapai angka Rp139 ribu per ekor.

Dengan harga bibit yang murah, tentunya membudidayakan lobster air laut menjadi salah satu peluang yang menggiurkan. Dari sejumlah lobster, lobster mutiara (Panulirus ornatus) dan lobster pasir (Panulirus homarus) menjadi lobster yang potensial untuk dikembangkan melalui sistem budidaya. Kedua Lobster tersebut menjadi bagian dari lima lobster yang tumbuh dan baik di wilayah perairan seluruh .

“Walau kedua jenis lobster di atas memiliki potensi yang bagus untuk dibudidayakan, tetapi itu sangat bergantung pada pasokan benih yang berasal dari alam atau perairan laut secara langsung,” jelas Direktur Jenderal Perikanan Budidaya Kementerian Kelautan dan Perikanan, Slamet Soebjakto. “Karena, pembenihan lobster masih belum berhasil dilakukan.”

Jika Anda hendak membudidayakan lobster, Slamet menambahkan, pemerintah telah menyusun pedoman minimal persyaratan budidaya lobster di Indonesia. Pedoman tersebut antara lain, lokasi harus memenuhi rencana umum tata ruang (RUTR) dan terdaftar. Selain itu, layout budaya harus memiliki arus dan oksigen yang cukup, bersih, dan sesuai kapasitas keramba.

“Ketiga, proses produksi mulai pakan harus segar dan berkualitas baik guna menghindari penyakit. Kemudian, dari aspek sosial , harus memberdayakan masyarakat sekitar, ada transfer teknologi dan kestabilan harga,” papar Slamet. “Pedoman kelima adalah lingkungan yang mensyaratkan restocking atau pelepasliaran minimal dua persen dari hasil budidaya.”

Loading...