Kontroversi Revisi Larangan Ekspor Benih Lobster, Berapa Sebenarnya Harga Bibit Lobster Air Laut?

Bibit Lobster Air Laut - www.mongabay.co.idBibit Lobster Air Laut - www.mongabay.co.id

Bibit atau lobster air termasuk komoditas yang belakangan memicu perdebatan. Di era Susi Pudjiastuti, benih lobster air dilarang untuk diekspor dan hanya lobster-lobster air yang sudah berusia dewasa yang boleh diekspor ke luar negeri. Sementara, sejak pergantian menteri ke era Edhy Prabowo, terbit wacana yang menyebutkan kemungkinan benih lobster diekspor. bibit lobster air di tingkat petani sendiri sebenarnya cukup murah, namun ketika sampai ke tangan tengkulak harganya bisa berlipat ganda.

“Beli dari Rp3.000, jual Rp30 ribu, jual lagi Rp100 ribu per ekor. Keuntungannya besar sekali,” ujar mantan Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti tahun 2018 lalu. Susi menambahkan, hal ini sangat merugikan asli yang mencari lobster. Pasalnya, bila bibitnya terus diburu, justru akan menghabiskan lobster besar yang ada. “ asli lobsternya yang nggak dapat apa-apa,” ungkap Susi, seperti dilansir Detik.

Bibit lobster air laut yang diperjual-belikan biasanya jenis lobster pasir, mutiara, hingga bambu. Di beberapa jual-beli , harga bibit lobster air laut berkisar antara Rp7.000 hingga Rp12.500 per ekor dengan minimal pembelian antara 500 hingga lebih dari 1.000 ekor.

Aturan mengenai larangan benih lobster sendiri diatur dalam Peraturan Menteri (Permen) Nomor 56 Tahun 2016, tentang Larangan Penangkapan dan atau Pengeluaran Lobster, Kepiting, dan Rajungan dari . Ekspor lobster ketika masih benih dianggap kurang menguntungkan karena nelayan justru dapat meraup keuntungan lebih besar bila lobster dalam ukuran dewasa.

“1 backpack bibit lobster +_ min 8.000 ekor Rp-nya sama dengan 2 Harley = 60 Brompton, kalau bibit ini tidak diambil, di laut & jadi besar nilai jadi minimal 20 Harley = 600 Brompton, tidak usah kasih makan, Tuhan yang memelihara, manusia bersabar, menjaga pengambilannya. Tuhan lipat-gandakan,” cuit Susi di akun Twitternya beberapa waktu lalu.

Pada kesempatan berbeda, Kepala Pusat Riset Kelautan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), Riyanto Basuki, menjelaskan jika lobster memang membutuhkan perairan yang ideal untuk bertelur. “Lobster itu butuh yang namanya tingkat kecocokan. Lobster yang dibudidaya dengan yang ditangkap di alam kan juga berbeda. Nah di Indonesia yang paling cocok itu seperti di Pangandaran dan Lombok Timur,” tutupnya.

Loading...