Lagi Ngetren, Berapa Harga Bibit Katak Porang per Kilo?

Bibit Katak Porang - gdmagri.com

JAKARTA/SRAGEN – Apa Anda pernah mendengar bernama porang? Tumbuhan ini menjadi tren dalam beberapa bulan terakhir untuk diolah menjadi shirataki, makanan pengganti beras di beberapa negara Asia Timur, serta bisa dijadikan chip atau tepung. Selain umbi, katak porang pun cukup mahal, bisa mencapai angka ratusan ribu per kilogram.

Seperti diberitakan Tempo, belakangan ini, tanaman porang memang tengah naik daun dan menjadi primadona di kalangan . Pasalnya, harganya di cukup mahal, sedangkan proses budidayanya tidak terlalu sulit, membuat sejumlah petani memilih menanam tumbuhan yang masih berasal dari keluarga talas tersebut.

“Saya biasanya menanami lahan dengan benih jagung lantaran kondisi lahannya berada di tegalan,” tutur Sugiyanto, salah satu petani di Desa Ngargosari, Sumberlawang, Sragen. “Lalu, dari lihat HP, kok tertarik dengan porang. Kelihatannya menjanjikan. Akhirnya ingin uji coba tanam porang ini. Ini yang pertama kalinya saya tanami porang.”

Selain dari umbinya, petani porang juga dapat memetik laba dari penjualan ‘katak’, yakni umbi kecil yang muncul di sekitar pelepah batang. Meskipun kecil, harga katak porang ternyata cukup mahal, hingga mencapai angka Rp500 ribu per kilogramnya. Di beberapa situs jual beli online, katak porang ini ditawarkan dengan harga mulai Rp160 ribuan per kilogram.

“Untuk membudidayakan porang, saya tidak banyak mengeluarkan biaya, sebab tanaman umbi-umbian ini tidak membutuhkan banyak air dan cukup dipupuk dengan pupuk kandang,” sambung Sugiyanto. “Namun, juga gampang-gampang susah. Karena ada tantangan penyakit jamur batang yang membuat batang bisa busuk.”

Sementara itu, Latif As Salaf, salah satu petani porang di Sruweng, Kebumen, mengatakan bahwa awalnya menanam porang ketika melihat market dan tren budidaya menanam porang yang semakin meningkat di media sosial. Ia mengaku berhasil membudidayakan tanaman ini selama delapan bulan tumpang sari antara pohon jenitri dan palawija. Biji katak sendiri dibelinya dengan harga Rp300 ribuan per kilogram dari Wonosobo.

“Hasil panen mencapai 2.473 kilogram dan dihargai sekitar Rp7 ribu per kilogram. Sementara, harga jual porang basah tahun sebelumnya berkisar Rp10 ribuan per kilogram,” papar Latif, dikutip dari Radar Banyumas. “Untuk menjaga agar hasil panen porang aman dari pembusukan, umbi porang pasca-panen sebaiknya disimpan di tempat yang kering dan tidak lembap.”

Loading...