Cocok Buat Bisnis, Berapa Harga Besi Scrap per Kilo?

besi tua/bekasIlustrasi :besi tua/bekas yang sudah tidak terpakai lagi - www.besitua.co.id

TULUNGAGUNG – Jika Anda ingin menjadi wiraswasta, mungkin scrap atau tua bisa menjadi usaha yang menjanjikan. Pasalnya, apabila ditekuni dengan baik, bukan tidak mungkin Anda akan mendapatkan yang berkali-kali lipat. Jika Anda membeli besi scrap dengan Rp3 ribu per kilo misalnya, bisa Anda jual lagi dengan Rp4 ribuan atau di atasnya.

Besi scrap adalah besi tua/ yang sudah tidak terpakai lagi. Secara fisik, besi scrap bisa berupa potongan-potongan ataupun besi dari sebuah pembongkaran rumah, pabrik, atau gedung. Besi scrap mungkin terlihat biasa saja bagi kita yang awam dengan hal ini, tetapi sebagian orang justru memanfaatkannya sebagai peluang .

Salah satu yang bisa memanfaatkan besi scrap ini sebagai sumber pendapatan adalah Roni Yahya yang berdomisili di kelurahan Molinow, Kecamatan Kotamobagu Barat, Sulawesi Barat. Meneruskan bisnis bapaknya yang sudah berjalan sejak tahun 2003 silam, ia mengaku sanggup mendapatkan omzet penjualan dari besi tua, aluminium, dan tembaga mencapai Rp158 jutaan per bulan.

“Untuk gaji pekerja pengumpul besi bekas di lapangan, berbeda dengan gaji pekerja sortir bekas di penampungan. Pekerja lapangan upahnya sesuai dengan hasil pendapatan yang dibeli dari warga dengan harga mereka sendiri. Nantinya, hasil yang mereka kumpulkan saya beli dengan harga Rp3.000 per kilo,” ujar Roni. “Selain itu, saya juga membeli tembaga dengan harga Rp50 ribu sampai Rp60 ribu per kilo dan aluminium dengan harga Rp8.000 per kilo.”

Seperti Roni, Mathrowi, warga Desa Ngujang, Kecamatan Kedungwaru, Tulungagung, juga sukses menekuni usaha besi tua. Meski tak mengetahui secara pasti nominal untuk omzet per bulannya, namun dia mengaku kalau besi-besi yang terjual per bulan bisa mencapai 25 ton, dengan harga penjualan per kilogram sekitar Rp11 ribu sampai Rp15 ribu.

“Hingga kini, konsumen besi tua masih stabil. Artinya, belum ada indikasi ada penurunan konsumen. Sebab, besi-besi tua ini adalah untuk membuat pabrik sehingga sekali beli bisa sampai beberapa ton,” katanya, dilansir Radar Tulungagung. “Biasanya, kalau apa yang dicari konsumen tidak ada di stok saya, saya pesan langsung ke Jakarta atau Surabaya.”

Loading...