Harga Bervariasi, Alat Cek Darah Lengkap Bisa Sekaligus Pantau Kadar Kolesterol & Asam Urat

Harga Alat Cek Darah

Dulu orang-orang yang menderita penyakit diabetes terpaksa kerepotan karena harus pergi ke berkali-kali untuk memeriksa kadar darah dalam tubuhnya. Ongkos transportasi dan pemeriksaan yang dilakukan berulang kali tentunya cukup menguras kantong. Namun beruntung kini kemajuan zaman telah mendorong sejumlah produsen menciptakan alat cek darah lengkap yang bagus dan memiliki 3 in 1 hingga 4 in 1. Alat cek darah tersebut dibanderol dengan bervariasi, tergantung dari yang dimiliki.

Untuk alat cek darah lengkap yang memiliki fungsi 4 in 1, yakni mampu memeriksa kadar glukosa, kolesterol, asam urat (uric acid), dan hemoglobin (HB) biasanya dengan harga lebih mahal daripada versi 3 in 1. Sebagai contoh, alat tes darah lengkap merek Nesco MultiCheck dengan harga Rp 450 ribuan. Alat satu ini berisi 25 strip tes dan diklaim dapat membaca hasil hanya dalam waktu 6 detik.

Jika hanya ingin mengetahui tekanan darah, terdapat beberapa pilihan alat seperti Omron Automatic Tensimeter HEM 8712 seharga Rp 447.800 yang diklaim dapat mendeteksi pergerakan tubuh serta bisa dijadikan hipertensi seseorang. Alat ini memiliki fitur memori yang dapat menyimpan hasil pengukuran terakhir.

Sementara itu, untuk alat cek darah lengkap 3 in 1 harganya lebih terjangkau, berkisar antara Rp 250 ribu hingga Rp 450 ribuan saja. Terdapat beberapa merek alat cek darah lengkap 3 in 1 yang beredar di , misalnya seperti Easy Touch GCU, Family Dr, Benecheck, Accu-Chek Active, EZ-Trust, GlucoDr, Gluco M, hingga Lipid Pro.

Saat ini juga sedang banyak yang mengembangkan alat cek darah tanpa jarum suntik dengan cara penggunaan yang lebih praktis, salah satunya seperti yang sedang dikembangkan oleh mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM). “Untuk memantau kadar gula dalam darah para diabetasi saat ini tergolong rumit. Pasalnya pemeriksaan kadar gula darah masih membutuhkan tindakan invasif dengan jarum suntik untuk mengambil sampel darah ,” kata salah satu anggota tim, Nurul Fajriati Setyaningrum, seperti dilansir Detik.

Nurul membeberkan bahwa glucometer yang beredar di pasaran kini umumnya terdiri dari sejumlah komponen yang mahal seperti jarum lancet, lancet device, strip glukosa darah, dan alat glukometer. “Terkadang penusukan jarum ke jari pasien memerlukan banyak pengulangan karena sampel darah yang kurang,” ucapnya.

Oleh sebab itu tim mahasiswa UGM yang terdiri dari 5 orang ini mengembangkan sebuah alat bernama Glucosaga yang dapat membantu penderita mengetahui kadar gula darahnya. Cara menggunakan Glucosaga pun cukup sederhana karena pasien hanya perlu meletakkan sensor di telinga bagian bawah dan menekan tombol start. Nantinya hasil akan langsung terlihat di layar LCD.

Loading...