Harga Beras 50 Kg Dipatok Mulai Rp 400 Ribuan, Aturan HET Dinilai Berhasil

Harga Beras 50 Kg

Selain secara eceran per 1 kg, sebagai salah satu sumber pangan utama bagi Indonesia juga dijual dalam kemasan karung isi 5 kilogram, 25 kg, hingga 50 kg. dalam kemasan karung biasanya digunakan untuk dijual kembali atau digunakan oleh rumah tangga yang tingkat konsumsi berasnya cukup tinggi. Harga 50 kg sendiri umumnya dipatok bervariasi tergantung merek dan kualitas itu sendiri.

Sebagai , harga beras 50 kg Cap Walet dijual seharga Rp 430 ribu, Beras Pandan Wangi BMW Kepala Setra Ramos Rp 475 ribu, kemudian merk LS harganya Rp 510 ribu per 50 kg, dan yang paling mahal beras Pera IR 42 merek Mercy ukuran 50 kg yang dijual dengan harga Rp 590 ribu. Harga beras yang berlaku di setiap lokasi biasanya akan berbeda-beda. Misalnya saja seperti di Labuan Bajo yang kabarnya harga beras 50 kg sedang mengalami kenaikan dari yang hanya Rp 400 ribu per karung saat ini menjadi Rp 450 ribu.

Pemerintah sendiri telah berupaya untuk menstabilkan harga pangan seperti beras dengan menerapkan Harga Eceran Tertinggi (HET) dan klasifikasi kelas mutu beras lewat Menteri Perdagangan (Permendag) Nomor 57 tahun 2017 tentang Harga Eceran Tertinggi (HET) Beras dan Menteri Pertanian (Permentan) Nomor 31 tahun 2017 tentang Kelas Mutu Beras.

Kebijakan tersebut kabarnya efektif dan telah dipatuhi oleh para di tradisional. Berbagai pusat belanja di DKI Jakarta dilaporkan menaati HET beras sejak (18/9) lalu dan membuat harga beras premium mengalami penurunan hingga 50% dari yang sebelumnya dipatok Rp 22-36 ribu per kg kini hanya dibanderol Rp 12.800 saja per kilogram.

“Harga beras di Ibu Kota stabil di hari pertama penerapan HET. Contohnya, kualitas medium dijual Rp 8.900-9.000 per kg. Untuk premium, yakni Rp 9.400 per kg hingga Rp 10.500 per kg. Masalah stok, juga masih stabil,” ungkap Ketua Persatuan Penggilingan Padi dan Beras Indonesia (Perpadi) DKI Jakarta, Nellys Soediki, seperti dilansir Detik.

Nellys sendiri mengaku sebagai pihak yang mendukung langkah pemerintah untuk penerapan HET beras. Menurut Nellys hal itu sekaligus menunjukkan komitmen pemerintah untuk mewujudkan sistem ekonomi berkeadilan. “Semua kebijakan pro-kontra, ada. Tapi, saya lihat ada semangat efektivitas dalam kebijakan HET. Efektif selama di-manage dengan baik dan tidak memberikan kebebasan mengambil untung sebesar-besarnya,” tandasnya.

Loading...