Terpukul Corona, Harga Bensin di Jepang Turun ke Level Terendah

Mengisi Bahan Bakar Bensin - www.liputan6.comMengisi Bahan Bakar Bensin - www.liputan6.com

Merebaknya (Covid-19) saat ini telah menekan harga dunia. Alhasil harga mentah di sejumlah pun mengalami penurunan. Harga di pun dikabarkan turun. Per bulan Maret 2020, rata-rata harga retail bensin atau bahan bakar minyak (BBM) di Tokyo turun jadi 137,9 yen (sekitar Rp20 ribuan) per liter dari harga kisaran 146 yen pada periode Maret 2019 lalu.

Menurut Statista, dampak virus corona ini telah mengakibatkan harga bensin di Jepang menginjak level terendah untuk pertama kali sejak Oktober 2017. Sementara itu, harga minyak mentah Indonesia atau Indonesian Crude Price (ICP) bulan Maret 2020 jatuh ke kisaran USD34,23 per barel.

“ICP Maret jadi US$34,23 per barel atau turun US$22,38 dari US$56,61/barel pada Februari 2020,” ungkap Kepala Biro Komunikasi, Layanan Informasi Publik dan Kerja Sama (KLIK) Kementerian ESDM Agung Pribadi, Jumat (3/4), seperti dilansir Tempo.

Agung menambahkan, besaran ICP tersebut tercantum dalam Keputusan Menteri ESDM Nomor 79.K/12/MEM/2019 tentang Penerapan Harga Minyak Mentah Indonesia Bulan Maret 2019 yang efektif berlaku sejak tanggal 1 April 2020.

Adapun penyebab utama penurunan ICP adalah wabah Covid-19 di sebagian besar negara minyak mentah yang mengakibatkan anjloknya penurunan . “Keputusan Menteri ESDM Nomor 79.K/12/MEM/2019 tentang Penerapan Harga Minyak Mentah Indonesia Bulan Maret 2019 yang efektif,” bebernya.

PT Pertamina (Persero) sendiri sebelumnya telah menurunkan harga BBM non subsidi Pertamax dan Pertamax Turbo sejak 1 Februari 2020, sesuai dengan Keputusan Menteri (Kepmen) ESDM 187K/10/MEM/2019. Penurunan tersebut dapat berbeda-beda di setiap daerah lantaran dipengaruhi besaran Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor (PBBKB) di masing-masing daerah.

Sebagai contoh, di wilayah DKI Jakarta, Jawa Barat, dan Banten, harga Pertamax turun dari Rp9.200 jadi Rp9.000 per liter. Lalu, untuk Pertamax Turbo juga turun dari Rp9.900 menjadi Rp9.850 per 1 liter. Bahan bakar solar non subsidi tak ketinggalan turun harganya sebesar Rp100 menjadi Rp9.300 per liter. Harga tersebut masih berlaku sampai saat ini.

Loading...