Harga Batubara Dipatok USD 70/Ton, Pendapatan Indonesia Berkurang Rp9 Triliun

Batubara - www.ebacoal.comBatubara - www.ebacoal.com

JAKARTA – melalui Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) baru saja menetapkan batubara dalam negeri (domestic market obligasi/DMO) khusus untuk Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) sebesar 70 per ton. Namun, keputusan tersebut dinilai akan menurunkan penerimaan hingga Rp9 triliun ini.

Seperti dikutip Nikkei, Kementerian ESDM pada tanggal 9 Maret kemarin telah menentukan harga batubara untuk PLTU sebesar 70 dolar per ton, atau 30 persen lebih rendah dari harga saat ini, setidaknya sampai tahun 2019. Hal tersebut untuk memastikan bahwa PLN dapat mempertahankan listrik dan mendukung belanja konsumen. Batubara sendiri menyumbang lebih dari separuh bakar pembangkit listrik milik PLN.

Beberapa ekonom melihat kebijakan tersebut dilakukan untuk meredam sentimen investor pada saat mata uang negara berkembang, termasuk rupiah, berada dalam tekanan karena ekspektasi kenaikan Federal Reserve. Para analis memperkirakan, Joko Widodo bisa memulai kembali reformasi jika ia kembali terpilih sebagai presiden Indonesia pada pemilu tahun depan.

“Akan ada jeda dalam momentum reformasi,” tutur seorang ekonom di S & P Global Ratings, Vincent Conti, dalam sebuah seminar di Jakarta pada hari Selasa (12/3) kemarin. “Itu sebenarnya tidak terlalu memprihatinkan, selama momentum pasca-pemilu terus berlanjut.”

Sementara itu, Direktur Jenderal Anggaran Kementerian Keuangan, Askolani, mengatakan bahwa penerimaan pajak dan penerimaan bukan pajak, seperti royalti, diperkirakan turun masing-masing Rp4 triliun dan Rp5 triliun pada tahun ini, dibandingkan dengan anggaran negara saat ini. Prediksi tersebut mengasumsikan 86 juta ton penjualan batubara dalam negeri berdasarkan kebijakan tersebut.

“Bagaimanapun, penerimaan dari sektor non-pajak akan lebih tinggi dari anggaran tahun lalu karena harga batubara yang lebih tinggi di pasar ekspor,” lanjut Askolani. “Pemerintah juga berencana mengeluarkan tambahan subsidi sebesar Rp4,1 triliun untuk solar, setelah mengumumkan bahwa harga bahan bakar tetap stabil meski harga minyak mentah naik.”

Loading...