Diklaim Kuat & Tahan Gempa, Segini Kisaran Harga Atap Bitumen Selulosa

Atap Bitumen Selulosa - www.tokopedia.comAtap Bitumen Selulosa - www.tokopedia.com

Inovasi dalam dunia konstruksi kini sudah semakin , khususnya untuk bagian atap. Dulunya genteng yang terbuat dari material tanah liat biasa akan sangat rawan pecah atau bocor. Namun berkat kemajuan zaman, pun menciptakan atap dari material bitumen selulosa yang diklaim lebih kuat, tahan air, maupun cuaca yang ekstrem sekalipun. atap bitumen selulosa pun tentunya lebih mahal dibanding genteng tanah liat biasa.

Sebagai contoh, genteng bitumen selulosa merek Onduvilla di Indonesia dengan kisaran harga antara Rp50 ribu sampai Rp56 ribu per lembar 106 x 40 cm dengan tebal 3 mm. Ada juga merek Onduline dengan harga yang terpaut dua kali lipat lebih mahal, yakni kisaran Rp145 ribu sampai Rp170 ribu per lembar dengan 200 x 95 x 0,3 cm dan berat per lembar 6,5 kg (3,42 kg per m2).

Genteng Onduline sendiri merupakan genteng ringan bertaraf internasional yang telah mengantongi SNI. Atap yang berbahan dasar bitumen dan serat selulosa ini memiliki karakter ringan namun kokoh (tahan pecah) dan sangat fleksibel, sehingga dapat diaplikasikan pada kemiringan minimal 5 derajat.

Tak jauh berbeda, genteng Onduvilla merupakan alternatif genteng ringan yang ideal untuk mengganti atap beton dan tanah liat. Onduvilla adalah sistem yang unik dan lengkap yang cocok untuk renovasi atau bangunan baru serta dapat diaplikasikan menggunakan rangka baja ringan atau rangka kayu. Genteng Onduvilla didesain menyerupai genteng keramik dengan varian warna yang menarik.

Menurut Deny, Sales Mitra10, atap bitumen selulosa seperti Onduvilla mempunyai kelebihan dari atap pada umumnya. Salah satu keunggulannya adalah bisa menyerap suara yang ditimbulkan oleh rintik air hujan sehingga bisa menciptakan kenyamanan di dalam . “Bebas dari suara bising dan juga memiliki tingkat penyerapan panas yang baik,” kata Deny, seperti dilansir Batampos.

Yang lebih menarik lagi, produk Onduvilla juga kuat terhadap angin kencang hingga 120 mil per jam (192,12 km/h). “Produk ini dapat bertahan dari angin topan dan gempa bumi juga dapat menahan beban merata sampai 0,9 ton/m2,” bebernya.

Loading...