Banyak Dipakai untuk Pembuatan Tahu, Harga Asam Cuka Dijual Mulai Rp60 Ribu

Harga Asam Cuka - www.newgenrestores.comHarga Asam Cuka - www.newgenrestores.com

Tahu termasuk yang begitu di Indonesia selain tempe. Tahu biasanya banyak diolah menjadi lauk atau bahkan masakan yang begitu lezat dan kaya . Sentra atau pembuatan tahu pun tersebar di berbagai daerah, sehingga masyarakat bisa dengan mudah mendapatkan tahu untuk konsumsi sehari-hari. Kebanyakan cara membuat tahu di daerah biasanya masih mengandalkan asam cuka yang berfungsi sebagai pengeras atau untuk menggumpalkan tahu.

Asam cuka atau sako untuk pembuatan tahu biasanya banyak di offline maupun online. Harga asam cuka untuk pembuatan tahu pun relatif terjangkau, biasanya dalam kemasan jerigen 1 liter atau 1 kilogram (kg) sekitar Rp60 ribu hingga Rp65 ribuan per jerigen. Adapun takaran untuk menggumpalkan tahun dengan asam cuka ini sebenarnya cukup sedikit saja, yakni hanya perlu melarutkan sekitar 3 ml asam cuka untuk 1 liter sari kedelai. Jadi, membeli 1 liter asam cuka bisa digunakan untuk berkali-kali pemakaian dan memproduksi cukup banyak tahu. Cukup hemat kan?

Meskipun penganan seperti tahu mungkin terlihat sepele, nyatanya sampai saat ini banyak pabrik tahu yang masih tegak berdiri dan mempertahankan cara-cara pembuatan tahu yang masih tradisional. Contohnya saja seperti sentra produsen tahu di Kota Salatiga, tepatnya di Kelurahan Kalitaman, Kecamatan Tingkir.

Sang pemilik pabrik tahu tradisional, Sunarto mengaku sebagai generasi kedua sejak pabrik itu didirikan tahun 1968 silam. Sunarto menuturkan jika proses produksi tahu sejak dulu sampai sekarang masih mempertahankan cara yang tradisional. Selain itu, ia memastikan jika tahu buatannya tak memakai bahan campuran apapun, semuanya hanya berbahan utama kedelai.

“Di sini semua tradisional, ada penggunaan mesin penggilingan modern sekitar lima tahun terakhir. Selebihnya sama kayak pertama kali berdiri, bahan utama kedelai tanpa campuran apapun,” kata Sunarto, seperti dilansir Tribunnews.

Lebih lanjut ia menjelaskan, dalam membuat tahu, kedelai harus direndam dahulu selama 3 jam. Kemudian kedelai direbus dan digiling menggunakan mesin. Setelah digiling, kedelai kembali direbus sampai sari kedelai menyembul. “Setelah itu sari kedelai disaring dengan kain belacu atau mori kasar. Lalu hasil sari saringan itu kembali direbus ke tungku lainnya dicampur air cuka supaya menggumpal kemudian diperas baru dicetak menggunakan cetakan yang terbuat dari papan tradisional,” ucapnya.

Hingga kini tahu hasil produksinya bukan hanya untuk melayani pemesanan dari Pulau Jawa, tetapi tembus luar daerah seperti Jakarta, Banjarmasin, Sumatera, dan Lampung. Sementara itu, ampas atau sampah tahu dimanfaatkan sebagai tambahan pakan ternak.

Loading...