Deteksi Dini Penyakit hingga Autisme, Berapa Harga Alat EEG?

Ilustrasi : Dokter sedang melakukan rekam otak terhadap pasien - rsa.ugm.ac.id

JAKARTA – Pernah mendengar tentang bernama EEG (electroencephalography)? Ini adalah yang berfungsi untuk merekam gelombang-gelombang aktivitas di . Dengan EEG, bisa membantu untuk menganalisis suatu , termasuk epilepsi, riwayat stroke, tumor pada , bahkan untuk mendeteksi autisme pada anak. Namun, harga alat ini memang tidak bisa dikatakan murah.

Jika Anda menelusuri beberapa situs jual beli dalam negeri, sudah ada beberapa medis yang menawarkan alat EEG. Sayangnya, harganya bisa mencapai angka puluhan juta rupiah. EEG Machine KT88 16 Digital Brain Electric misalnya, sekarang dijual dengan harga Rp20 juta hingga Rp28 jutaan. Sementara, paket lengkap Q-EEG 16 Channel ditawarkan dengan harga Rp47,65 jutaan.

Alat EEG sendiri saat ini sudah menjadi standar yang harus dimiliki sebuah rumah sakit. RSUD dr. Marsidi Judono di Belitung misalnya, pada tahun 2017 lalu sudah menyediakan alat EEG demi meningkatkan kualitas kepada masyarakat, termasuk . Alat tersebut sudah digunakan dan diletakkan di sebuah ruangan khusus.

“Alat tersebut berfungsi untuk merekam aktivitas listrik otak yang menunjukkan tanda penyakit tertentu. Misalnya pasien sering pusing, kejang-kejang, nanti bisa diketahui ada kelainan apa di otaknya. Jadi, sebelum dilakukan CT scan, bagusnya diperiksa EEG dulu,” jelas Direktur RSUD dr. Marsidi Judono, dr. Hendra, Sp.An. “Selain itu, juga bisa dilakukan terhadap pasien BPJS yang membutuhkan pemeriksaan tersebut.”

Dalam satu kali pemeriksaan EEG, membutuhkan waktu antara 20 hingga 40 menit yang direkam dari banyak elektoda yang terpasang di kulit kepala pasien. Hasil rekaman EEG yang berupa grafik mirip rekam jantung akan menjadi bahan bagi dokter untuk mendeteksi apakah ada gangguan fisiologi pada fungsi otak atau tidak.

Selain untuk mendeteksi penyakit, pada tahun 2018 lalu, sebuah studi yang dilakukan Boston Children’s Hospital dan Boston University mengungkapkan bahwa alat EEG juga dapat digunakan sebagai deteksi dini autisme pada anak. Alat tersebut dikatakan memiliki akurasi prediksi hampir 100 persen, seta mampu memprediksi tingkat keparahan autisme.

Loading...