Harga 1 Pack Rp14 Ribuan, Benarkah Tusuk Gigi Bungkus Kertas Lebih Higienis?

Harga, tusuk, gigi, bungkus, kertas, 1, pack, isi, buah, higienis, variasi, bahaya, sisa, makanan, dokter, jenis, gusi, kayu, plastik, dampak, negatif, sela, kondisi, kebiasaan, serat, tangan, benang gigi, dental floss, bentuk, anatomi, cara, pemakaian, epulis fibromatousa, benjolan, spesialis, periodonsiaTusuk gigi kemasan kertas dinilai lebih higienis (sumber: picclick.co.uk)

Tusuk menjadi salah satu item yang dibutuhkan dan harus ada di tempat makan atau . Saat ini, tusuk gigi yang banyak dipilih oleh konsumen adalah tusuk gigi bungkus , karena dianggap lebih higienis untuk digunakan. tusuk gigi cukup bervariasi, namun biasanya 1 pack isi 500 buah dibanderol seharga Rp14 ribuan.

Tusuk gigi sendiri adalah sebatang kayu atau plastik yang digunakan untuk menyingkirkan sisa-sisa makanan dari gigi, biasanya setelah makan. Tusuk gigi biasanya mempunyai satu atau dua ujung yang tajam untuk disisipkan di antara gigi.

Ada kalanya sisa makanan yang membandel di sela gigi tidak bisa dibersihkan hanya dengan menyikat gigi. Bila dibiarkan begitu saja, sisa makanan akan membusuk dan memicu munculnya penyakit di dalam mulut. Ada orang yang akan memilih tusuk gigi untuk membersihkan sisa makanan yang terselip, ada pula yang memilih benang gigi (dental floss). Lalu, mana yang lebih baik?

Dokter gigi spesialis periodonsia, drg Dedy Y Rismanto, mengatakan, ada salah kaprah mengenai cara pemakaian tusuk gigi. Tusuk gigi, kata dia, adalah bantu untuk membersihkan gigi dengan bantuan tangan orang lain. “Kalau dipakai sendiri, bisa melukai . Ketika mulut terluka, luka itu menjadi jalan masuk kuman,” katanya dilansir Liputan6.

Jika untuk dipakai tanpa bantuan orang lain, dia menyarankan untuk memilih benang gigi ketimbang tusuk gigi kayu yang kaku dan berujung tajam. Meski demikian, ada pengecualian untuk tusuk gigi fleksibel yang bahannya tidak terbuat dari kayu. Tusuk gigi seperti itu lebih fleksibel sehingga tidak melukai gusi.

Sementara itu, dilansir dari KlikDokter, drg. Callista Argentina menuliskan bahwa ternyata tusuk gigi dapat memberikan dampak yang negatif untuk gigi. Terbuat dari kayu dan plastik, keduanya mudah menyebabkan infeksi pada jaringan sekitar gigi. Bentuk tusuk gigi juga tidak sesuai dengan anatomi gigi. Ini membuatnya berisiko merusak gusi di sela-sela gigi. Selain itu, penggunaan tusuk gigi yang berlebihan dapat menimbulkan celah di antara gigi, bahkan melebarkannya.

Kemudian, gusi yang semula menutupi sela-sela gigi dapat menurun sehingga memudahkan sisa makanan ‘bertengger’ di area tersebut. Semakin lama celah tersebut akan semakin lebar, karena biasanya sisa makanan yang masuk semakin banyak. Dengan membesarnya celah gigi, maka permukaan gigi di sisi tersebut akan terbuka. Lama-kelamaan kondisi ini dapat membuat gigi menjadi ngilu.

Celah gigi yang semakin lebar malah bisa membuat makanan menjadi lebih mudah terselip. Tentu saja hal tersebut malah akan lebih menyulitkan. Selain itu, gigi pun bisa jadi rusak karenanya. Tak hanya itu, pemakaian tusuk gigi yang terlalu sering bisa menyebabkan pembesaran gusi alias epulis fibromatosa. Ciri-cirinya adalah berbentuk benjolan lunak berwarna pucat, tidak mudah berdarah, dan tidak sakit.

Epulis dapat disembuhkan dengan pemotongan dan kuret pada gusi. Namun, kondisi ini dapat kambuh jika kebiasaan memakai tusuk gigi tidak dihentikan. Perlu diketahui juga, beberapa jenis makanan memang wajar bila menempel dan tersangkut di antara gigi – misalnya, makanan berserat (seperti sayuran), sapi, popcorn, keripik, dan lain-lain. Sehingga Anda tak perlu buru-buru mencongkelnya dengan tusuk gigi untuk membersihkannya.

Namun, bagaimana jika semua jenis makanan mudah terselip di gigi Anda? Ini pertanda bahwa gigi Anda memiliki masalah yang harus segera diatasi. Penanganannya bukanlah dengan tusuk gigi, tetapi dengan memeriksakan keluhan Anda ke dokter gigi.

Loading...