Harapan Rupiah Menjelang Pelantikan Jokowi

terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pekan ini bergerak positif seiring pengaruh dari sentimen dalam negeri. Setelah terjadi pertemuan antara presiden terpilih Joko Widodo (Jokowi) dengan rivalnya di masa presiden lalu Prabowo Subianto, langsung perkasa.

Data menunjukkan, pada penutupan perdagangan kemarin rupiah menguat 150 poin atau 1,23 persen ke level 12.109 per . Penguatan tersebut sekaligus menjadi yang paling tajam di antara 13 mata uang utama di kawasan Asia-Pasifik. Bahkan, kemarin lima mata uang justru melemah terhadap , yakni yen Jepang, dolar Taiwan, won Korea Selatan, Tiongkok, dan dolar Australia.

Hal tersebut menimbulkan harapan terhadap rupiah menjelang pelanikan Jokowi-JK Senin (20/10) mendatang. Bahkan pelantikan tersebut akan dihadiri Menteri Luar Negeri AS John Kerry dan sejumlah pimpinan negara asing. Kesediaan para tokoh tersebut untuk hadir dikarenakan mereka melihat adanya harapan baru untuk Indonesia.

jokowi-prabowo“Mereka melihat ada harapan baru. salah satunya terkait tulisan TIME itu,” kata Ahli Politik Ekonomi Internasional Dinna Wisnu dalam diskusi jelang pelantikan Jokowi-JK di Rarampa Resto, Jl Mahakam, Jakarta Selatan, Sabtu (18/10/2014) seperti dikutip detik.

Dinna juga mengatakan bahwa antusiasme asing terhadap pemerintahan Jokowi terlihat dari perkembangan ekonomi.

“Dari segi pasar terutama, kurs rupiah menguat. Dari segi IHSG penanam merasa punya potensi. Punya peluang untuk berhasil di Indonesia,” ujar Dinna.

Loading...