Hadirkan Fitur Remitansi, Ini Biaya Registrasi PayTren

Ilustrasi: tampilan aplikasi smartphone Paytren (sumber: flexyai.com)Ilustrasi: tampilan aplikasi smartphone Paytren (sumber: flexyai.com)

Saat ini, banyak hadir berbagai keuangan untuk dan pembelian berbasis online. Mulai dari isi pulsa elektrik, bayar listrik, telepon, air, TV berbayar, internet, dan lainnya. Salah satu yang mungkin sudah tidak asing di kalangan adalah PayTren.

PayTren sendiri adalah aplikasi transaksi keuangan berbasis online untuk beragam jenis pembayaran dan pembelian yang telah mendapat izin resmi layanan uang () dari Bank Indonesia. Berbeda dengan sistem pembayaran berbasis teknologi lainnya, PayTren mendasarkan geraknya pada kerja sama berbasis komunitas.

“Paytren adalah perusahaan fintech satu-satunya yang berpotensi unicorn dan bisa membeli perusahaan unicorn lainnya,” kata Yusuf Mansur seperti dilansir Kontan.co.id

Unicorn merupakan predikat bagi perusahaan rintisan atau startup yang memiliki valuasi di atas 1 miliar dollar AS atau sekitar Rp 13,8 triliun. Maka untuk mencapai tahap unicorn, ia memilih menjalankan bisnis bukan secara konvensional, tapi sesuai prinsip syariah. “Tidak mungkin kami menggunakan strategi dari investor, karena kami tidak punya investor, justru kami yang menjadi investor. Kami tidak pakai strategi investor seperti beriklan, bakar duit dan above the line,” ungkapnya.

Perusahaan teknologi keuangan atau financial technology (Fintech) pembayaran PT Veritra Sentosa Internasional (PayTren) ini juga melebarkan sayap dengan menghadirkan fitur remitansi atau layanan pengiriman uang. Ini untuk menjawab kebutuhan publik khususnya yang ada di luar negeri. Selama ini, ihwal pengiriman dana sering menjadi keluhan Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang bekerja di berbagai negara.

“Remitens itu adalah salah satu inisiatif bisnis kami untuk menjawab pain point yang dialami oleh TKI (Tenaga Kerja Indonesia) kita di luar negeri,” kata CRO & Direct of Legal and Compliance PayTren, Samuel Mulyono kepada Kompas.com

Samuel menjelaskan, secara umum TKI di luar negeri terbilang kesulitan untuk mengirimkan uang atau dana kepada keluarganya di Tanah Air. Selain pilihan layanan yang minim, sisi biaya juga menjadi pertimbangan lain ketika ingin mengirimkan uang. “Jadi selama ini mereka melakukan transfer uang ke Indonesia atau keluarganya dengan biaya yang cukup mahal. Kami coba memikirkan bagaimana caranya, salah satu cara untuk menjawab kebutuhan itu dengan menghadirkan fitur transfer dana,” ujarnya.

Dia menuturkan, untuk saat ini fitur ini sudah bisa dipakai dan digunakan namun masih terbatas di beberapa negara. PayTren sudah menjalin kerja sama dengan layanan Anjungan Tunai Mandiri (ATM) yakni Prima dan Bersama.

“Secara cost jauh lebih murah. Kirim dari luar negeri ke dalam negeri itu sudah bisa, terutama TKI yang ada di Hong Kong,” imbuhnya. Ia menyebutkan, para TKI di sana sudah bisa mengirimkan uangnya lewat layanan WeChat, Alipay, dan TNG Wallet. Selama suatu negara punya aplikasi ini sudah bisa melakukan transfer dana dan melayani transaksi. “Ini baru mulai setelah dapat izin (Bank Indonesia) sekitar 8 Desember 2018. Sudah berjalan. Yang lagi kami kerjakan saat ini supaya transfer dana dari Indonesia ke luar negeri juga bisa,” sambungnya.

Sebagai , untuk bergabung menjadi mitra PayTren, Anda harus membayar biaya sebesar Rp350.000. Biaya ini bukan termasuk namun merupakan biaya pembelian 1 lisensi PayTren yakni lisensi basic.

Loading...