Hadapi MEA, Pemerintah Diminta Perhatikan Masyarakat Ekonomi Menengah ke Bawah dan UMKM

Jakarta – Menghadapi persaingan bebas (MEA), seharusnya bisa lebih berfokus pada dan pemerataan . Hal inilah yang disampaikan oleh Ketua Umum Partai Perindo, Hary Tanoesoedibjo.

Hary menilai, ketimpangan ekonomi antara masyarakat di Pulau , Khususnya Jakarta, dengan daerah lainnya masih sangat tinggi akibat distribusi pembangunan ekonomi yang tidak tepat sasaran.

“Masalah bangsa kita adalah kesenjangan ekonomi dan ketidakmerataan pembangunan. Kalangan menengah ke atas yang tinggal di kota tumbuh melesat dibanding kalangan menengah ke bawah. ini sangat luas, kalau pemerintah pusat melihat konteks pemerataan ekonomi dengan baik, harusnya yang dikembangkan itu bukan Jakarta saja, tapi juga di luar Jakarta,” katanya dalam siaran pers yang dilakukan seusai pelantikan pengurus DPC dan DPRT Partai Perindo, di Gedung Smesco, Jakarta, kemarin (13/1).

Hary menambahkan, pemerintah sebaiknya memperhatikan masyarakat ekonomi menengah ke bawah dan kelompok karena kondisi mereka sangat rentan diperlemah oleh MEA.

“MEA harus dicermati dalam konteks masyarakat kita yang ekonominya dominan menengah ke bawah. Kelompok UMKM saya kira belum siap. Pemerintah seharusnya memberikan batasan-batasan,” ujarnya.

Dalam keterangannya, Hary menegaskan bahwa Partai Perindo di DKI Jakarta akan berperan aktif untuk membangun perekonomian masyarakat menengah ke bawah melalui -program yang tepat sasaran.

“Jakarta sebagai kota metropolitan yang harus dibangun itu basis usaha. Melalui Perindo, UMKM akan kita perkuat sehingga jumlah penduduk yang besar di Jabodetabek ini bisa memiliki penghasilan yang baik. Kalau kita tidak bisa mempersempit kesenjangan sosial, maka akan sulit membangun Indonesia,” Pungkasnya.

Loading...