Hadapi Gempuran E-Commerce, Matahari Buyback Saham Senilai Rp1,25 Triliun

Matahari Store - www.pinterest.comMatahari Store - www.pinterest.com

JAKARTA – Salah satu bagian dari Lippo Group, Matahari Department Store, dikabarkan akan melakukan kembali mereka (buyback) di tengah gempuran sektor e-commerce. Selain itu, jaringan department store terbesar di Indonesia itu juga bakal mempersingkat nama mereka menjadi ‘Matahari’ untuk lebih mencerminkan posisi sebagai platform ritel multifaset.

Diberitakan Nikkei, pada hari Rabu (29/8) kemarin, perusahaan mengumumkan akan membeli kembali saham mereka hingga Rp1,25 triliun dengan maksimal Rp13.330 per saham. Ini bisa diterjemahkan hingga 7 persen dari total saham. Matahari sendiri akan mengadakan rapat luar biasa pada bulan Oktober mendatang untuk mendapatkan persetujuan buyback.

Matahari, yang sebagian dimiliki oleh konglomerat China-Indonesia, Lippo Group, telah tumbuh menjadi operator department store yang dominan di Tanah Air dengan menargetkan kelas menengah ke atas. Namun, konsumen yang melambat dan meningkatnya popularitas e-commerce telah menghambat kinerja operator toko fisik ini.

Tercatat, toko milik perusahaan turun 1,2 persen pada tahun 2017 kemarin dan juga cukup gagal sejauh tahun 2018 ini. Pada paruh pertama tahun ini, toko memang meningkat 4,6 persen dari periode yang sama di tahun sebelumnya. Tetapi, angka untuk paruh pertama tahun lalu mencapai 8 persen secara year-on-year.

Perusahaan mencoba melakukan diversifikasi saluran penjualan untuk memenuhi kebutuhan konsumen, sebagian dengan berinvestasi di Matahari Mall, sebuah online yang dimiliki oleh unit Lippo yang berbeda. Akuisisi ini menelan hingga Rp770 miliar, yang dibayarkan selama dua tahun hingga 2017. Sayangnya, langkah ini belum optimal, ditandai harga saham perusahaan yang turun lebih 30 persen sejak awal tahun lalu.

“Sebagai platform ritel terkemuka di Indonesia, kami percaya bahwa kami memiliki banyak ruang untuk mengembangkan toko-toko format besar kami, yang akan memungkinkan kami untuk memenuhi target pendapatan di tahun-tahun mendatang,” kata CEO Matahari, Richard Gibson. “Selain itu, kami juga akan melakukan investasi lebih lanjut dalam kemampuan logistik, yang tidak hanya mengurangi biaya operasional dalam bisnis inti, tetapi juga mendukung bisnis e-commerce yang tumbuh cepat.”

Selain berinvestasi pada sektor logistik, dikutip Kontan, Matahari juga akan lebih fokus pada sektor e-commerce yang disebut tengah berkembang pesat, serta memberikan layanan menguntungkan pada pihak ketiga. Tahun 2019, Matahari berencana meningkatkan investasi modal di anak perusahaan, PT Matahari Nusantara Logistik (MNL), sekitar Rp500 miliar, untuk membiayai pembelian fasilitas distribusi multi-fungsi, dengan luas lebih dari 50.000 m2.

Loading...