Guru Besar IPB: Pusat Ekonomi harusnya dibangun di luar Jawa

Jakarta – Terkait moratorium reklamasi teluk Jakarta, Guru Besar Manajemen Pesisir dan Lautan Institut Bogor (IPB) Rokhmin Dahuri mengaku mendukung sepenuhnya keputusan tersebut.

“Dilanjutkan atau tidak, reklamasi di Pulau ini terakhir dan tidak boleh ada lagi. Setelah itu harus stop,” katanya dalam acara diskusi Sindotrijaya di Cikini, Jakarta Pusat, kemarin (23/4).

Mantan Menteri Kelautan dan Perikanan yang pernah menjabat di era Megawati ini mengatakan, pemerintah seharusnya mulai membangun pusat dan di luar Pulau Jawa. Dengan begitu, akan secara menyebar tanpa harus dipaksa melalui transmigrasi.

“Pengurangan itu bisa cara lembut atau keras. ‎Kalau cara lembut membangun pusat ekonomi dan industri baru di luar Pulau Jawa. Menarik gula-gula ekonomi ke luar Jawa, otomatis Jakarta akan berpindah tanpa transmigrasi,” ujarnya.

Menyinggung soal reklamasi teluk Jakarta, Rokhmin memandang bahwa proyek reklamasi Jakarta tidak akan bermanfaat untuk masyarakat banyak. Meski begitu, Rokhmin juga tidak setuju jika proyek reklamasi tersebut dituding sebagai penyebab utama pencemaran di Teluk Jakarta.

“85 persen pencemaran di Teluk Jakarta ini berasal dari darat,” sambungnya.

Untuk diketahui, pada 18 April lalu, Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) bersama Menko Maritim dan Sumber Daya Rizal Ramli, serta Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya telah sepakat untuk menghentikan sementara proyek reklamasi di Jakarta. Proyek ini akan dilanjutkan setelah Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memenuhi seluruh persyaratan yang diamanatkan undang-undang.

Pemerintah juga akan membentuk joint committee yang melibatkan para pejabat terkait dari Sekretariat Kabinet, Kemenko Maritim dan Sumber Daya, KLHK, KKP dam Pemprov DKI Jakarta.

Loading...