Gurihnya Bisnis Nasi Uduk, Omzet Bisa Mencapai Puluhan Juta Per Bulan

Nasi uduk Betawi - selerasa.comNasi uduk Betawi - selerasa.com

Sebagian besar yang tinggal di Indonesia pasti sudah pernah mencicipi kelezatan nasi uduk. Masakan yang oleh sebagian besar orang juga disebut nasi gurih ini memang memiliki rasa yang benar-benar gurih dan biasanya disajikan dengan berbagai lauk-pauk pendukung. Yang lebih menarik, nasi uduk rupanya juga mampu mendatangkan keuntungan yang cukup menjanjikan.

Dari berjualan nasi uduk khas Betawi, salah seorang bernama Solihin mengaku sanggup meraih omzet hingga ratusan ribu rupiah setiap harinya. “Untuk makan di sini, mulai dari Rp 7.000 sampai yang paling mahal Rp 16.000. Omzet saya sendiri untuk per harinya, alhamdulillah, Rp 200.000 sampai Rp 400.000. Meski untung sedikit, tetapi terus-menerus,” kata Solihin, pemilik Nasi Uduk Betawi Jengkol Bewe.

Berbeda dari nasi uduk pada umumnya, nasi uduk Betawi buatan Solihin memakai rempah-rempah khusus sehingga warnanya lebih keruh namun rasanya disebut-sebut lebih lezat. “Sebenarnya, nasi uduk Betawi berbeda dengan nasi uduk biasa. Kalau nasi uduk biasa, warnanya putih. Sedangkan nasi uduk Betawi agak butek karena pakai rempah-rempah. Rasanya jelas berbeda dengan nasi uduk biasa. Dan lagi, tahan lama. Nasi uduk Betawi diaronnya sampai 6 kali. Kalau yang biasa, hanya sekali. Karena itu rasanya jadi berbeda,” tuturnya seperti dilansir Merahputih.

Selain Solihin, pengusaha nasi uduk lainnya yang juga meraup kesuksesan adalah Soim Karamah. Bedanya, Soim mengolah nasi uduk buatannya menjadi nasi bakar. “Nasi bakar ini bahannya nasi uduk yang dibungkus daun pisang lalu dibakar. Tidak ada isiannya, tapi rasanya gurih. Lalu lauknya aneka bakaran seperti bebek bakar, ayam bakar, tempe bakar, dan banyak lainnya,” ungkap Soim.

Dengan sajian nasi uduk yang dikemas secara unik tersebut, Nasi Bakar Lodji milik Soim menjadi masakan yang banyak diburu masyarakat. Bahkan dalam sebulan Soim mengaku sanggup meraup omzet kotor hingga Rp 30 juta.

Penjual nasi uduk lainnya bernama Udin di Rawa Belong, Jakarta Barat pun senasib. Usaha nasi uduk yang telah digelutinya dari tahun 1986 silam ini kini berkembang pesat dan setiap hari bisa menghabiskan sekitar 50 liter nasi uduk bila sedang ramai . Menariknya, konsumen Nasi Uduk Bang Udin pun juga berasal dari mancanegara. “Pernah ada orang bule dari Australia, istrinya orang sini (Indonesia) makan. Eh dia seneng jengkol,” tandasnya.

Loading...