Gurih dan Rendah Kolesterol, Keripik Kentang Khas Batu Makin Laris

BATU – Tak cuma keripik apel saja yang menjadi oleh-oleh khas Batu, namun di Timur dengan hawa sejuk itu juga memiliki oleh-oleh khas lainnya, yaitu keripik kentang. Berbeda dengan keripik apel yang memiliki citarasa manis, keripik kentang khas Batu ini justru menghadirkan rasa yang lebih gurih dan tentunya bergizi tinggi.

Selain berskala menengah ke atas, produksi keripik kentang di Batu juga dilakukan dalam skala tangga. Didukung yang terus membaik, ini pun relatif tinggi. “Saat ini, pemasaran keripik kentang tidak lagi sulit seperti dulu sehingga industrinya memang semakin baik,” kata Leni Kasiyanto, salah seorang produsen keripik kentang skala tangga.

“Dulu, waktu ibu saya merintis usaha ini sekitar 20 tahun lalu, pemasarannya tergolong susah,” sambung Leni. “Namun, seiring dengan mulai terkenalnya keripik kentang, banyak wisatawan yang berkunjung ke Batu singgah dan berbelanja di toko kami.”

Produk keripik kentang ini banyak disukai karena kadar kolesterol kentang yang tergolong paling rendah, namun memberi kalori yang cukup. Meski demikian, harga keripik kentang memang relatif mahal, mencapai Rp60 ribu per kilogram untuk kualitas super dan Rp20.000 per kilogram untuk varian yang paling murah.

“Harga keripik kentang dipengaruhi oleh kualitasnya,” terang Leni. “Keripik kentang termahal berukuran besar dan setelah digoreng berwarna putih. Sementara, keripik kentang termurah berukuran acak namun kecil-kecil dan berwarna putih kecokelatan.”

Selain itu, ditambahkan Leni, penyusutan bobot kentang menjadi keripik membuat harga produk ini menjadi tinggi. “Dari 10 kilogram kentang, setelah diproses hanya menghasilkan satu kilogram keripik. Ini yang membuat harga keripik kentang cukup mahal,” pungkas Leni.

Loading...