Serang Suriah, Jet Militer Israel Gunakan Tameng Pesawat Sipil

Benjamin Netanyahu, Perdana Menteri Israel - www.vox.comBenjamin Netanyahu, Perdana Menteri Israel - www.vox.com

HOMS, SURIAH – Dua komersial tujuan Doha, Qatar, diduga menjadi tameng bagi jet militer untuk meluncurkan rudal yang menargetkan instalasi militer Suriah di dekat Homs dan Quneitra. Setelah serangan , satu jet sipil dan satu jet harus melakukan manuver darurat guna menghindari diserang balik oleh instalasi pertahanan Suriah.

Dilansir TRT World, pada Kamis (5/3) dini hari waktu setempat, rekaman di menunjukkan apa yang tampak sebagai seberkas cahaya anti-pesawat menuju langit yang menargetkan jet Israel. Beberapa jam sebelum jet Israel menghantam wilayah Suriah, memang ada laporan tentang potensi serangan. Instalasi pertahanan udara Suriah juga diaktifkan, menembakkan rudal ke pesawat tempur Israel.

Menurut Flightradar24, pelacakan penerbangan open-source, dua pesawat yang dibonceng Israel adalah pesawat kargo dengan nomor penerbangan QR8294 yang bepergian dari Basel, Swiss, ke Doha, Qatar dan pesawat penumpang jenis Airbus A330 dengan nomor penerbangan QR419 yang terbang dari Beirut, Lebanon, ke Doha. Mereka terbang di ketinggian 39.000 kaki.

Sebelumnya, pada 2017 lalu, ketika jet tempur Israel menggunakan pesawat militer Rusia sebagai kedok untuk melakukan serangan, pesawat itu secara tidak sengaja ditembak jatuh oleh sistem rudal S200 milik Suriah. Israel sendiri memang telah secara teratur menyerang Suriah, bahkan sebelum perang saudara pada tahun 2011. Sejak rezim Assad berusaha untuk memadamkan pemberontakan dengan dukungan , Rusia, dan Hizbullah, serangan Israel semakin sering terjadi.

Tel Aviv khawatir dengan meningkatnya kehadiran Iran di perbatasannya dan pasokan senjata ke Hizbullah. Meski tidak secara terbuka mengomentari serangannya di Suriah, mereka telah berusaha untuk mengambil tindakan dengan menargetkan Hizbullah, kegiatan Iran, dan milisi di Suriah selatan. Rezim Assad telah mengonfirmasi beberapa serangan Israel ini.

Ketika didesak pada awal Februari lalu, Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, menolak mengomentari serangan udara Israel, alih-alih dengan menyarankan bahwa ‘itu mungkin Angkatan Udara Belgia’. Serangan Israel di Suriah sendiri menewaskan setidaknya tujuh orang, tiga warga Suriah dan empat warga Iran.

Selama perang Suriah, Iran secara bertahap telah memperluas pengaruhnya di Suriah selatan khususnya, untuk memberikan tekanan lebih lanjut pada Israel. Di Lebanon, Hizbullah, salah satu proksi paling kuat Iran, sudah memiliki kehadiran yang kuat. Namun, Suriah telah digunakan oleh Teheran untuk memperluas kedalaman strategis pengaruh Iran. “Kami akan menghapus Iran dari Suriah dalam waktu dekat,” tandas Menteri Pertahanan Israel, Naftali Bennett, baru-baru ini.

Loading...