Gubernur BI: Periode Korporasi bayar Dividen, Pelemahan Rupiah masih sangat Wajar

Kursrupiah.net Rupiah melemah tipis 4 poin di level Rp 13.298/ pada penutupan hari ini, Senin (13/6). Semula, pada pembukaan Senin pagi, Rupiah langsung melemah 47 poin (0,35%) di level Rp 13.341/USD.

Menurut Ekonom Samuel Sekuritas Rangga Cipta, pelemahan temporer Rupiah kali ini lagi-lagi diakibatkan oleh isu yang muncul jelang FOMC meeting. Meski begitu, Rangga memprediksi peluang penguatan Rupiah masih terbuka dalam jangka menengah.

“Selain FOMC meeting, RDG BI juga ditunggu Kamis mendatang. Peluang pemangkasan meningkat saat ini melihat data ekonomi yang ada,” ujar Rangga dalam risetnya, Senin (13/6).

Terbukti, Rupiah seketika berbalik arah menekan AS setelah menginjak sesi II perdagangan. Rupiah menguat tipis 0,02% atau sekitar 2 poin ke level Rp 13.292 per AS.

Mengingat alasan Tax Amnesty yang akan segera diberlakukan, penguatan Rupiah hingga menyentuh di bawah level 13.000-an dirasa sangat mungkin.

Bank Indonesia, Agus Martowardojo mengatakan, perkiraan Rupiah di level 13.500-13.800 karena mempertimbangkan keadaan ekonomi global, terutama iklim ekonomi di . Selain itu, faktor juga masih mendukung, sebab kuartal kedua merupakan periode korporasi membayar dividen, termasuk ke investor asing sehingga kebutuhan valuta asing yang tinggi.

“Perkiraan nilai tukar Rp 13.500 belum memperhitungkan adanya faktor Tax Amnesty dan dana masuk karena program Tax Amnesty,” ujar Agus, akhir pekan lalu.

Hingga jelang penutupan perdagangan, nilai tukar Rupiah masih konsisten menguat tipis 6 poin (0,05%) di level Rp 13.288/USD.

Sayangnya, Rupiah harus kembali ke zona merah saat ditutup dengan perolehan minus 4 poin di level Rp 13.298/USD pada penghujung perdagangan IHSG sore ini.

Loading...