Gubernur BI: Lemahnya kurs Rupiah akibat Statement Pejabat The Fed

– Meski hanya berselisih 1 poin dari posisi penutupan di hari sebelumnya, Rupiah sore ini (Rabu, 25/5) ditutup pada zona merah di level Rp 13.637/USD.

Awalnya, Rupiah dibuka menguat 0,15% (20 poin) di level Rp 13.618/USD pada awal sesi perdagangan pagi. Namun, Rupiah langsung berbalik arah dengan sebesar 0,04% atau 6 poin di level Rp 13.644/USD pada pukul 08.01 WIB.

Dalam rilis hasil risetnya, Ekonom Samuel Sekuritas Rangga Cipta mengatakan bahwa indeks Dolar AS kembali berjaya pasca rilis minutes meeting yang cukup ‘hawkish’ di pekan sebelumnya. Terang saja, sebab peluang kenaikan FFR target pada meeting tengah Juni 2016 meningkat menjadi 32% dari hanya 20% di April 2016.

Agus DW Martowardojo selaku Gubernur juga membenarkan hal tersebut.

“Yang saya bisa katakan, kondisi nilai tukar yang relatif lemah sepenuhnya karena statement kuat dari pejabat di the Fed yang meyakini di Juni atau Juli akan naikkan (Fed Fund) rate. Sentimen itu berdampak ke stabilitas karena banyak yang merespons,” ungkap Agus saat dimintai keterangan di Gedung BI, Rabu (25/5).

Rencana United Kingdom untuk segera hengkang dari Uni juga turut membuat gaduh pasar. Menurut Agus, isu ini bakal mempengaruhi liquiditas di -negara berkembang. Meski begitu, isu ini nampaknya mulai pudar seiring dengan keluarnya statement dari beberapa pejabat dan UK yang mengindikasikan rencana ini mulai tarik ulur.

“Tapi yang baru kita ikuti berita baik dari UK, yang kelihatannya kecenderungan Inggris tetap di EU semakin tinggi. Itu menimbulkan kepastian,” tukas Agus.

Loading...