Greenback Terlalu Perkasa, Rupiah Berakhir Anjlok 71 Poin

Pergerakan dolar AS yang makin ‘perkasa’ setelah dari membuat mayoritas di Asia tidak bisa lepas dari zona merah, termasuk rupiah. Menurut Bloomberg Index pukul 15.59 WIB, NKRI harus mengakhiri Rabu (27/9) ini dengan anjlok 71 poin atau 0,53% menuju level Rp13.445 per dolar AS.

Sebelumnya, pada perdagangan Selasa (26/9) kemarin, rupiah sudah ditutup melemah 49 poin atau 0,37% di posisi Rp13.374 per dolar AS. Kemudian, pagi tadi, tren negatif mata Garuda berlanjut dengan dibuka terdepresiasi 13 poin atau 0,10% ke level Rp13.387 per dolar AS. Sepanjang hari ini, spot bergerak di kisaran Rp13.368 hingga Rp13.445 per dolar AS.

Dari , indeks dolar AS kembali menguat pada hari ini, disokong pernyataan Gubernur The Fed, Janet Yellen, mengenai perlunya kenaikan suku bunga lanjutan. Setelah sebelumnya berakhir naik 0,34% di posisi 92,966 pada tutup dagang Selasa, mata uang Paman Sam lanjut menguat 0,108 poin atau 0,12% menuju level 93,074 pada pukul 10.20 WIB pagi tadi.

Kemarin waktu setempat, Yellen mengatakan bahwa bank sentral AS perlu melanjutkan kenaikan suku bunga secara bertahap meski ada ketidakpastian mengenai arah inflasi Paman Sam. Diberitakan Reuters, Yellen mengungkapkan bahwa akan tidak bijaksana jika mempertahankan kebijakan moneter hingga inflasi kembali mencapai 2%.

“Komentar Yellen menunjukkan bahwa data inflasi terbaru yang lemah tidak memiliki pengaruh besar terhadap kebijakan moneter Federal Reserve,” ujar pakar strategi senior di Daiwa Securities, Yukio Ishizuki. “Fokus The Fed bukanlah terlalu lama menunda kenaikan suku bunga demi menghindari situasi yang memerlukan kenaikan suku bunga secara tergesa-gesa di masa mendatang.”

Sementara itu, Bank Indonesia siang tadi mematok kurs tengah berada di posisi Rp13.384 per dolar AS, anjlok 36 poin atau 0,26% dari perdagangan sebelumnya di level Rp13.348 per dolar AS. Di saat yang bersamaan, mayoritas mata uang Asia tidak berdaya versus greenback, dengan pelemahan terdalam sebesar 0,30% dialami ringgit Malaysia, yang diikuti baht Thailand yang turun 0,23%.

Loading...