Tingkatkan Perekrutan, GrabFood Jadikan Jakarta Markas Utama

GrabFood - www.viva.co.idGrabFood - www.viva.co.id

JAKARTA – GrabFood, cabang pengiriman makanan dari raksasa Grab yang bermarkas besar di Singapura, tampaknya ingin semakin menancapkan kuku mereka di terbesar Tenggara, . Perusahaan tersebut dikabarkan akan meningkatkan perekrutan dan R&D untuk memperluas operasinya di negara ini dan menjadikan Jakarta sebagai pusat bisnis makanannya.

Dilansir Nikkei, Grab baru-baru ini menjadi berita utama ketika mengatakan akan menyisihkan 2 miliar AS untuk menggelar baru dalam , e-skuter, dan pengiriman makanan di Indonesia selama lima tahun ke depan. Pengumuman ini dibuat oleh CEO Grab, Anthony Tan, pada bulan Juli kemarin ketika kepala eksekutif investor SoftBank Group, Masayoshi Son, bertemu dengan Presiden Joko Widodo di Jakarta.

Pada bulan yang sama, Grab juga mengindikasikan akan menjadikan Jakarta sebagai markas kedua mereka. Bahkan, dalam waktu dua minggu setelah pengumuman, Presiden Grab Indonesia, Ridzki Kramadibrata, telah mengirimkan pernyataan resmi yang menyatakan bahwa Jakarta dijadwalkan akan menjadi basis operasi utama bagi GrabFood di Asia Tenggara. “Indonesia selalu menjadi pasar strategis bagi Grab. Selain itu, kami ingin menggandakan tim bakat dan memperkuat R&D kami untuk mendukung operasi,” tutur kepala GrabFood Indonesia, Demi Yu.

Yu, yang mengambil alih pimpinan GrabFood Indonesia setahun yang lalu, mengatakan bahwa Grab masih menguraikan rencananya dan belum bisa mengungkapkan target investasi yang akan disisihkan perusahaan pemesanan ojek online tersebut untuk mendirikan kantor pusat GrabFood di Jakarta. Namun, ada alasan mengapa Grab ingin menjadikan Jakarta sebagai markas besarnya untuk GrabFood. “Pada paruh pertama tahun ini, nilai pasar bruto perusahaan telah tumbuh tiga kali lipat untuk Indonesia,” kata Yu.

Sementara itu, menurut sebuah studi yang dilakukan oleh Center for Strategic and International Studies (CSIS), dari semua unit bisnis Grab, GrabFood memberikan kontribusi paling signifikan terhadap perekonomian Indonesia sepanjang tahun lalu, dengan Rp20,8 triliun, diikuti oleh GrabBike GrabCar, dan Kudo. Dengan bisnis perusahaan di Indonesia dan pesat dalam jumlah pedagang, Grab telah menetapkan rencana ambisius untuk menjadi pemain pengiriman makanan terbesar pada kuartal ketiga tahun ini.

Untuk mencapai target itu, GrabFood mengadopsi strategi untuk memperoleh pedagang dan konsumen, sehingga pencarian dapat menyesuaikan pilihan makanan agar sesuai dengan palet lokal. Ini juga memanfaatkan kecerdasan buatannya untuk mengukur rekomendasi pengguna dan menyesuaikan rencana yang sesuai dan memastikan pengiriman makanan hanya dalam 29 menit.

Namun, perjalanan GrabFood bukan tanpa persaingan karena raksasa Indonesia, Go-Jek, yang memelopori penggunaan ojek di negara ini dan kemudian menambahkan mobil dan taksi, mengklaim sebagai pemimpin pasar di Indonesia dengan nilai transaksi bruto (GTV) untuk Go-Food menyentuh 2 miliar dolar AS sepanjang tahun lalu. Grab sayangnya tidak mengungkapkan GTV untuk tahun lalu.

“Kami telah melihat pertumbuhan yang kuat di Jakarta dan melihat hampir empat kali pertumbuhan di kota-kota utama lainnya, seperti Medan (Sumatera Utara), Bandung (Jawa Barat), dan Surabaya (Jawa Timur),” ujar Yu. “Manfaat memiliki kompetisi hanya membuat kami lebih kuat sebagai tim. Apa yang membuat kami berbeda adalah kami memberikan kesempatan kepada pedagang di kota-kota lapis kedua untuk dapat menyajikan makanan mereka di Jakarta melalui GrabKitchen kami.”

Menurut data internal GrabFood, konsumen di daerah tertentu sering menghadapi kesulitan saat membeli makanan favorit mereka karena kurangnya stok dan jarak yang jauh. Dengan mengingat hal ini, Grab bekerja sama dengan operator food court, mengundang pedagang GrabFood, baik di Jakarta maupun di luar Jakarta, untuk bergabung dengan GrabKitchen untuk membawa makanan lebih dekat kepada konsumen.

“Ini adalah operasi bisnis yang berisiko rendah bagi mitra strategi mayoritas kami, terutama mereka yang berlokasi di luar Jakarta. Kami tidak hanya memberi mereka kesempatan, tetapi juga lebih banyak paparan kepada konsumen,” sambung Yu. “Kami adalah pemain pertama yang meluncurkan GrabKitchen. Dalam beberapa bulan ke depan, kami akan meluncurkan lebih banyak outlet untuk menumbuhkan unit ini.”

Grab sekarang memiliki delapan dapur, dengan mayoritas terletak di Jakarta, dan satu di Bandung. Yu sendiri melihat bahwa bisnis GrabKitchen telah mulai memiliki ‘daya tarik dan pertumbuhan yang kuat’ dengan platform mobile yang dipatenkan dan rencana ekspansi yang agresif. “Untuk markas kedua di Indonesia, kami memiliki harapan tinggi. Kami berharap untuk menjadi pemimpin di negara ini, segera,” pungkas Yu.

Loading...