Goyang Pabrikan Jepang, Tata dan Hyundai Fokus Jual Kendaraan Komersial

tata motor indonesia

JAKARTA – asal Jepang memang masih memasok lebih dari 90 persen kendaraan penumpang untuk . Namun, kini Tata Motors dari India dan Hyundai yang berasal dari mencoba untuk mengganggu dominasi Negeri Sakura dengan meningkatkan kendaraan komersial, salah satunya dengan menjual ke pemerintah .

Dalam ajang Indonesia International Motor Show (IIMS) 2017 lalu, Tata mempresentasikan truk, bus, dan kendaraan komersial lainnya di bawah slogan ‘Think Business, Think Tata Motors’. Perusahaan mengatakan, mereka akan memperkenalkan bus kecil LP 407 di Tanah Air, dengan kapasitas tempat duduk 17 lebih kecil dari model LP 713 yang dipasarkan dengan 29 kursi. Kendaraan yang ditawarkan dengan Rp543 jutaan tersebut diharapkan banjir permintaan dari agen perjalanan dan operator bus.

Di Indonesia sendiri, bus semakin diminati karena kalangan kelas menengah mulai memanfaatkan status mereka dengan liburan dan bepergian ke kota-kota besar. Karena jumlah wisatawan domestik melambung, agen perjalanan dan pengusaha tur pun harus menggunakan lebih banyak bus. Kurangnya alternatif transportasi yang bisa diandalkan juga telah mendorong permintaan bus untuk rute seperti Jakarta-Bandung dan rute-rute lainnya.

Tata sendiri sebelumnya telah menjual kendaraan penumpang di Indonesia, namun dominasi produsen asal Jepang sulit untuk digoyahkan, sehingga perusahaan tersebut pun memutuskan untuk fokus pada kendaraan komersial. Tata saat ini telah meningkatkan jajaran truk dan kendaraan komersial lainnya merespons niat Presiden Joko Widodo untuk meningkatkan proyek infrastruktur dalam negeri. “Tata tidak hanya memperkuat produknya, tetapi juga perbaikan dan layanan lainnya,” kata Direktur Utama Unit Lokal Tata, Biswadev Sengupta.

Sementara itu, Hyundai Motor yang saat ini memproduksi dan menjual kendaraan minivan di Indonesia, juga memusatkan perhatian pada kendaraan komersial. Truk H-100 sudah dipasarkan dan direnovasi menjadi ambulans. Menurut perusahaan, ambulans H-100 akan dijual dengan harga sekitar Rp800 juta, termasuk perlengkapan interior.

Dengan diluncurkannya program asuransi nasional, BPJS, Indonesia memang mengalami lonjakan perawatan di rumah sakit. Siloam International Hospitals, operator rumah sakit terbesar di di Tanah Air, berencana untuk meningkatkan jumlah rumah sakit menjadi 50 buah pada tahun 2019 mendatang. Hyundai Motor pun berharap penjualan ambulans tumbuh sejalan dengan tren ini.

Penjualan kendaraan komersial di Indonesia sendiri berlangsung stagnan pada tahun lalu di tengah melambatnya ekonomi, yaitu sekitar 200.000 unit atau turun 27 persen dari tahun 2015. Penurunan penjualan tersebut terutama disebabkan oleh penurunan penjualan truk pickup. Hal lain yang menyebabkan penurunan penjualan adalah kemajuan pembangunan infrastruktur yang lamban serta turunnya harga komoditas.

Loading...