Go-Jek Bakal Rilis Go-Play, Sebuah Konten Video Berlangganan

Go-Jek Bakal Rilis Go-Play - id.techinasia.comGo-Jek Bakal Rilis Go-Play - id.techinasia.com

BADUNG – Operator ojek di Tanah Air, Go-Jek, dikabarkan akan memasuki konten video . Layanan yang disebut dengan Go-Play ini memiliki tujuan utama untuk menciptakan platform yang bakal menyajikan beragam video, film pendek, maupun dokumenter, dan fokus ke konten lokal.

“Layanan ini akan menjadi berlangganan, yang memungkinkan untuk memilih antara rencana pembayaran harian, mingguan, dan bulanan,” jelas Senior Vice President of Acquisition & Development Go-Jek, Michy Gustavia, seperti dikutip Nikkei. “ akan terlibat dalam pembuatan konten, memanfaatkan apa yang dimiliki seperti kebiasaan pengguna, untuk membuat konten dengan dampak sosial yang positif.”

Go-Jek juga akan menyiapkan Go-Studio, yang akan menghasilkan film dokumenter untuk Go-Play serta film-film layar lebar dan film pendek. Semuanya, menurut Gustavia, hadir untuk Go-Play. “Konten yang kami hasilkan bersama akan hadir secara eksklusif untuk Go-Play. Jadi, 95% konten fokus untuk Indonesia,” sambung Gustavia.

Ia melanjutkan, salah satu video pertama Go-Jek dibuat berdasarkan data tingkat pembatalan pengguna yang tinggi ketika memesan Go-Ride dan mendapatkan driver perempuan. Menurut data yang tersedia, driver perempuan dianggap tidak cukup pintar dalam mengendarai sepeda motor dan itu akan menjadi materi bagi tim dan para sineas untuk membuat film dokumenter.

“Ada banyak konten dan itulah mengapa merek lebih penting dari sebelumnya. Itu adalah ketika merek Go-Jek ikut bermain. Konsumen memiliki kepercayaan, khususnya di Indonesia,” sambung Gustavia. “Pendekatan kami lebih ke arah suara orisinal orang Indonesia daripada luar negeri. Kami ingin benar-benar mengasah bakat Indonesia, pembuat film, dan mempromosikan konten lokal.”

Go-Jek, yang pertama kali meluncurkan pemesanan antar-jemput sepeda motor pada tahun 2015, telah berevolusi menjadi penyedia dan fasilitator beragam layanan, termasuk pengiriman makanan, layanan kebersihan, serta pembayaran tagihan. Langkah terbaru untuk memperluas bisnis ke konten video muncul di tengah persaingan sengit dengan Grab yang berbasis di Singapura, yang baru saja mengambil alih operasi perusahaan Uber.

Loading...