Gerus Pasar Offline, Grosir Barang Murah Asal China Banyak Banjiri Toko Online

Toko Online - mobileecosystemforum.comToko Online - mobileecosystemforum.com

Sejak kemunculan sejumlah atau jual beli di , konsumen di Tanah Air kini seolah tak kesulitan lagi untuk mencari toko maupun supplier yang menjual -barang murah secara grosir. Para pedagang -barang unik dan murah tersebut biasanya menjual impor dari China atau Jepang untuk kemudian kembali di secara dengan yang relatif lebih murah dibanding di toko offline pada umumnya.

Barang import yang dijajakan pun bermacam-macam, mulai dari rumah tangga, peralatan dapur, aksesoris rumah, mainan anak, kesehatan atau fitness, aksesoris hp, dan masih banyak lagi. Grosir barang-barang murah dan unik ini biasanya memang cukup laris manis di situs e-commerce karena konsumen bisa menemukan beragam barang-barang bermanfaat yang langka dan jarang bisa ditemui di Indonesia.

Sebagai contoh, untuk peralatan rumah tangga masyarakat bisa menemukan kemoceng dari microfiber yang gagangnya fleksibel atau bahkan bisa dipanjangkan hingga 1 meter. Kemoceng semacam ini harganya juga relatif murah, hanya Rp 19 ribuan saja. Kemudian ada pul memo bottle atau botol berbentuk seperti memo yang harganya juga hanya berkisar Rp 24 ribuan. Barang-barang unik semacam itu biasanya banyak dicari oleh para importir karena peminatnya pun banyak.

Selain dijual secara eceran, barang-barang unik tersebut juga kerap dijual dalam jumlah banyak atau partai. Pembelian dalam jumlah banyak biasanya memungkinkan konsumen mendapatkan barang dengan harga termurah. Fenomena belanja online semacam ini pula yang menyebabkan sejumlah toko ritel maupun pusat perbelanjaan seperti Tanah Abang, Jakarta menjadi semakin sepi.

Dibandingkan tahun-tahun sebelumnya, pendapatan para pedagang baju di pasar grosir Tanah Abang ternyata mengalami penurunan akibat banyak orang lebih memilih berbelanja baju dan perlengkapan lainnya secara online. “Saya jualan sudah lama di Tanah Abang, tapi sejak tahun 2015 itu pendapatan pas Lebaran, enggak naik, ya tetap lah. Bahkan tahun lalu turun. Karena ya itu, orang sudah banyak yang beli macam online,” jelas salah seorang pedagang bernama Kusmiyati.

Kusmiyati juga mengeluh karena banyak pedagang online yang menjual dengan harga lebih murah meski sebagian barang dagangan mereka juga berasal dari Tanah Abang. “Banyak yang beli di sini, tapi mereka jual lebih murah dari kita. Saya enggak tahu itu bagaimana cara nawarnya mereka di sini. Jadi orang pindah ke lain hatinya cepat. Apalagi sekarang orang pegang HP semua, pencet-pencet sebentar, barang sampai. Habis lah kita penjual toko. Kalau boleh jujur sih, untung kita tahun ini turun 20% lah,” akunya.

Loading...