Gerhana Matahari Total, Kesempatan Indonesia untuk Promosikan Sektor Pariwisata

Balikpapan – Momen Gerhana Matahari Total (GMT) yang terjadi pada hari Rabu (9/3) membawa angin segar bagi perekonomian tanah air, terutama di sektor . Walikota Balikpapan Rizal Effendi mengaku senang karena fenomena GMT membuat banyak turis asing berdatangan ke kota tersebut.

“Saya kira ini adalah peristiwa yang sangat berharga karena kita bisa melihat peristiwa alam dan kebangkitan kita yang beberapa hari ini dan sekarang sudah bangkit lagi karena -hotel dan pariwisata penuh dengan turis-turis dari mancanegara,” katanya.

Diakui oleh Rizal, momen GMT yang berdekatan dengan HUT Kota Balikpapan ke-119 menjadi awal era baru pariwisata di Balikpapan. Ia menyadari, sektor tambang di Balikpapan lambat laun akan melandai. Oleh sebab itu, Rizal memandang jika sektor pariwisata di kota ini perlu untuk segera dibenahi.

“Untuk kedepannya, era minyak dan batu bara pasti akan berakhir dan mudah-mudahan kita di sini bisa membenahi objek pariwisata dan fasilitas pariwisata untuk memajukan perekonomian kedepannya. Karena kita tahu SDA kita semakin menyempit,” ungkap Rizal.

Tak hanya Balikpapan, fenomena Gerhana Matahari juga mendatangkan sejumlah pundi-pundi bagi beberapa daerah lain di , seperti Bangka Belitung dan Sulawesi Tengah. Tingkat okupansi hotel di kedua area tersebut dilaporkan penuh akibat serbuan para turis asing. -kamar hotel mulai kelas berbintang hingga kelas melati sudah full booking untuk empat hari, yakni sejak 7-10 Maret .

“Kami sudah full booking. Kalau mau pesan sesudah tanggal 11 Maret,” kata salah satu pemilik homestay di Tanjung Kelayang, Belitung.

Sementara di Sulawesi Tengah, diperkirakan ada 10.000 pengunjung yang datang dari dalam maupun luar negeri untuk menyaksikan GMT. Mereka yang datang berasal dari kalangan ilmuwan, fotografer, wisatawan, maupun anggota komunitas pecinta gerhana yang menamakan diri ‘Eclipse Hunter’.

Loading...