Gerak Terbatas, Rupiah Tetap Berakhir Menguat 0,18%

rupiah - kumparan.comrupiah - kumparan.com

JAKARTA – Meskipun bergerak dalam kisaran yang relatif sempit, rupiah masih mampu mempertahankan posisi di teritori hijau pada perdagangan Selasa (29/12) sore seiring dengan pergerakan mayoritas . Menurut laporan Index pada pukul 14.59 WIB, mata uang Garuda berakhir menguat 25 poin atau 0,18% ke level Rp14.130 per AS.

Sementara itu, yang dirilis pukul 10.00 WIB menetapkan kurs acuan Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) berada di posisi Rp14.169 per dolar AS, terapresiasi 15 poin atau 0,10% dari transaksi sebelumnya di level Rp14.184 per dolar AS. Di saat yang bersamaan, mayoritas mata uang Asia mampu mengungguli greenback, menyisakan ringgit Malaysia yang harus melemah 0,11%.

Menurut Kepala Riset Monex Investindo Future, Ariston Tjendra, penguatan yang dialami rupiah, terutama pada pagi hari, terdorong rencana kenaikan stimulus fiskal AS. Meski demikian, kenaikan yang dialami mata uang Garuda relatif tertahan lantaran kekhawatiran kenaikan kasus Covid-19 setelah libur Natal 2020 dan Tahun Baru 2021.

Dari global, indeks dolar AS masih merana di dekat level terendah 2,5 tahun pada hari Selasa, ketika permintaan aset safe haven cenderung lesu, menyusul anggota parlemen AS yang mendorong maju dengan bantuan Covid-19. Mata uang Paman Sam terpantau melemah 0,253 poin atau 0,28% ke level 90,084 pada pukul 14.52 WIB.

Seperti diwartakan Reuters, DPR AS pada hari Senin (28/12) waktu setempat memutuskan untuk meningkatkan pembayaran stimulus kepada warga AS yang memenuhi menjadi 2.000 dolar AS dari semula 600 dolar AS, mengirimkan langkah tersebut ke Senat untuk pemungutan suara. “Optimisme berlimpah, dan umumnya datang dari pasar ekuitas,” kata manajer State Street and Trust cabang Tokyo, Bart Wakabayashi.

Berdasarkan survei yang dilakukan Reuters, pelaku pasar memperkirakan tren pelemahan dolar AS masih akan berlanjut pada tahun 2021. Sebanyak 51 dari 72 ekonom/analis (sekitar 70,83%) memperkirakan tren depresiasi mata uang tersebut masih bertahan hingga setidaknya pertengahan tahun depan. Sementara, 21 orang responden (29,17%) memperkirakan tren pelemahan akan berbalik sebelum tengah tahun.

Loading...