Gerak Terbatas, Rupiah Tetap Ditutup Menguat

Rupiah dan Dolar - sindonews.comRupiah dan Dolar - sindonews.com

JAKARTA – Setelah relatif bergerak dalam rentang yang tipis, akhirnya mampu mengakhiri Rabu (12/12) ini di teritori hijau, ketika juga naik, didukung rebound imbal hasil Treasury AS. Menurut paparan Index pada pukul 15.59 WIB, Garuda menguat 10 poin atau 0,07% ke level Rp14.598 per AS.

Sementara itu, Bank siang tadi menetapkan kurs tengah berada di posisi Rp14.577 per dolar AS, menguat 36 poin atau 0,25% dari perdagangan sebelumnya di level Rp14.613 per dolar AS. Di saat yang bersamaan, mayoritas mata uang Asia berhasil mengungguli greenback, dengan kenaikan tertinggi sebesar 0,33% menghampiri dolar Taiwan.

Dari , indeks dolar AS sebenarnya masih perkasa, bertahan di dekat level tertinggi dalam satu bulan, didukung rebound yang dialami imbal hasil pemerintah AS dan pelemahan pound sterling karena efek Brexit. Mata uang Paman Sam terpantau naik tipis 0,024 poin atau 0,02% menuju level 97,412 pada pukul 11.22 WIB, melanjutkan apresiasi pada perdagangan kemarin.

“Selain imbal hasil Treasury yang merangkak naik, pelemahan yang dialami pound sterling juga turut memberikan dorongan terhadap pergerakan dolar AS,” tutur senior strategi valas di Daiwa Securities di Tokyo, Yukio Iszhizuki, dilansir Reuters. “Dengan negosiasi Brexit yang tampaknya mengalami jalan buntu, pasar melakukan spekulasi untuk menjual pound sterling.”

Imbal hasil Treasury AS tenor 10 tahun telah naik tipis hingga 2,886%, terus bangkit dari posisi terendah baru-baru ini. Sebelumnya, imbal hasil telah melemah ke level terendah dalam tiga bulan pada awal pekan ini, menyusul komentar dovish dari pejabat Federal Reserve dan data AS yang cukup mengecewakan, yang memperkuat pandangan tentang perlambatan siklus pengetatan moneter.

“The Fed telah berhasil menormalkan kebijakan moneter selama lima tahun terakhir. Tetapi tahun depan, mereka mungkin tidak lagi bisa mengabaikan gejolak ekonomi, baik di dalam maupun di luar negeri,” kata kepala ekonom pasar di Mizuho Bank, Daisuke Karakama. “Imbal hasil Treasury dan dolar AS bisa menuju kecenderungan untuk menurun pada tahun 2019 mendatang.”

Loading...