Senin Sore, Rupiah Menguat Usai Bergerak Terbatas

Rupiah menguat terhadap dolar asRupiah menguat pada perdagangan hari Senin (20/1) sore - infopublik.id

JAKARTA – Setelah bergerak dalam kisaran yang sempit, rupiah ternyata mampu mengakhiri hari Senin (20/1) di zona hijau, ketika greenback melaju positif didukung oleh data yang solid. Menurut laporan Bloomberg Index pada pukul 15.59 WIB, mata uang Garuda ditutup menguat 6 poin atau 0,04% ke level Rp13.639 per .

Sementara itu, siang tadi Bank Indonesia menetapkan kurs tengah berada di posisi Rp13.654 per , melemah 6 poin atau 0,04% dari perdagangan sebelumnya di level Rp13.648 per . Di saat yang bersamaan, gerak mata uang Asia terhadap greenback cenderung terbatas, dengan kenaikan tertinggi sebesar 0,21% dialami yuan offshore dan pelemahan terdalam sebesar 0,06% menghampiri ringgit Malaysia.

Bloomberg melaporkan, mata uang Benua Kuning bergerak sempit karena ada lonjakan di tengah ketegangan di Timur Tengah dan Afrika Utara. Harga mentah WTI dan Brent naik lebih dari 1,5% setelah Irak menghentikan sementara produksi di sebuah ladang pada Minggu (19/1), sedangkan National Oil Corp di Libya menyatakan kondisi force majeure setelah ada blokir pelabuhan oleh Komandan Khalifa Haftar.

Dari pasar , indeks dolar AS memulai pekan ini dengan positif karena data ekonomi menunjukkan kekuatan tepat di seluruh ekonomi AS, mengurangi kemungkinan penurunan oleh Federal Reserve. Mata uang Paman Sam terpantau menguat 0,017 poin atau 0,02% ke level 97,623 pada pukul 12.34 WIB, melanjutkan penguatan pada sesi sebelumnya.

Jumat (17/1) waktu setempat, data terbaru menunjukkan homebuilding AS melonjak ke level tertinggi 13 tahun pada bulan Desember 2019, dengan penjualan ritel juga meningkat dan ukuran aktivitas manufaktur rebound ke level tertinggi dalam delapan bulan. Data tersebut menghilangkan prediksi bahwa Federal Reserve akan memangkas suku bunga ketika bertemu di akhir bulan. “Orang-orang hanya mencari kabar baik di seluruh dunia,” kata kepala riset di pialang Pepperstone, Chris Weston.

China, sementara itu, pada akhir pekan kemarin mencatat angka pertumbuhan tahunan paling lambat dalam hampir 30 tahun, meskipun data Desember menunjukkan kembali kepercayaan bisnis dan percepatan output pabrik. Sekarang, investor menantikan apakah suku bunga acuan pinjaman akan diturunkan atau tetap stabil, yang akan ditetapkan hari ini pada pukul 09.30 GMT atau 16.30 WIB.

Loading...