Gerak Relatif Terbatas, Rupiah Dibuka Menguat Tipis 2 Poin

Rupiah - www.solopos.comRupiah - www.solopos.com

Rupiah masih mampu meneruskan tren positif pada Selasa (13/3) ini meski dalam rentang yang sangat terbatas. Menurut laporan Index, Garuda membuka hari ini dengan menguat tipis 2 poin atau 0,01% ke level Rp13.763 per dolar AS. Sebelumnya, spot sudah ditutup naik 32 poin atau 0,023% di posisi Rp13.765 per dolar AS pada akhir dagang Senin (12/3) kemarin.

“Belum ada maupun eksternal yang penting dan berpengaruh signifikan sehingga rupiah mungkin bisa melanjutkan penguatan tetapi terbatas,” ungkap ekonom Bank Permata, Josua Pardede, seperti dilansir Kontan. “Pasalnya, pelaku pasar masih fokus menunggu pengumuman FOMC meeting pekan depan dan dolar AS masih berada di area support.”

Hampir senada, analis PT Monex Investindo Futures, Faisyal, mengatakan bahwa data AS yang dirilis akhir pekan lalu ternyata kurang memuaskan, seperti tingkat pengangguran Negeri Paman Sam yang tetap di level 4,1%. Hal tersebut membuat ekspektasi kenaikan suku bunga Federal Reserve yang agresif perlahan memudar. “Hal ini yang membuat rupiah unggul,” kata Faisyal.

Kemarin, indeks dolar AS memang harus merosot setelah data tenaga kerja AS yang menunjukkan bahwa ada penurunan upah pekerja, dinilai bisa mencegah The Fed untuk menaikkan suku bunga acuan. The harus melemah 0,3% menjadi 106,53 yen, sedangkan pound sterling menguat 0,33% menuju posisi 1,3899 dolar AS.

“Pesan mixed di pasar tenaga kerja AS pada minggu lalu sebagian besar diimbangi dan, yang penting, gagal meningkatkan upaya yang mendukung kenaikan suku bunga yang lebih cepat dari The Fed,” tutur analis pasar senior Western Union Business Solutions di Washington, Joe Manimbo. “Pertumbuhan upah harus bergerak di atas 3% untuk menggairahkan dolar AS dan mempercepat laju kenaikan suku bunga.”

Meski demikian, sejumlah analis memperkirakan bahwa kenaikan suku bunga AS hampir pasti terwujud ketika Federal Open Market Committee digelar pada pekan depan. Namun, belum tentu di saat yang bersamaan, juga akan ikut menaikkan suku bunga acuan mereka, atau BI 7-Day Repo Rate, dalam Rapat Dewan Gubernur.

Loading...