Gerak Mulai Terbatas, Rupiah Berbalik Melemah Tipis 2 Poin di Penutupan

Penguatan rupiah yang terjadi dalam beberapa hari terakhir ternyata tidak mampu dipertahankan pada Rabu (28/9) ini. Menurut Bloomberg Index pukul 15.59 WIB, Garuda harus di zona merah dengan tipis 2 poin atau 0,02% ke level Rp12.957 per dolar AS.

Sebenarnya, rupiah mengawali perdagangan hari ini dengan dibuka 21 poin atau 0,16% ke level Rp12.934 per dolar AS. Istirahat siang, spot masih bertahan di teritori dengan menguat 26 poin atau 0,20% ke posisi Rp12.292 per dolar AS. Namun, laju rupiah seakan tertahan jelang tutup dagang sehingga harus berakhir di zona merah.

Menurut Ekonom Samuel Sekuritas , Rangga Cipta, penguatan rupiah memang semakin terbatas seiring koreksi minyak yang cukup tajam hingga dini hari tadi. “ minyak mentah sempat terkoreksi tajam setelah Iran menentang kesepakatan pembatasan produksi usulan ,” ujar Rangga.

Meski harga minyak kembali terpantau rebound pada Rabu siang seiring stok minyak mentah AS yang turun 752.000 barel menjadi 506,4 juta barel berdasarkan data American Petroleum Institute (API), namun hal tersebut tidak banyak membantu pergerakan mata uang . “Selain itu, indeks dolar AS juga kembali bergairah usai rilis consumer confidence index AS membaik,” sambung Rangga.

Pada pagi hari, Bloomberg Dollar Index yang memantau pergerakan kurs dolar AS terhadap sejumlah mata uang utama pagi ini dibuka naik tipis 0,03% atau 0,028 poin ke level 95,463. Pergerakan the greenback kemudian menguat 0,13% atau 0,120 poin ke level 95,555 pada pukul 11.17 WIB.

Adapun fokus pasar saat ini akan beralih ke laporan data pesanan barang tahan lama (durable goods) demi menilai prospek kenaikan suku bunga AS. Sementara, dari dalam negeri, investor menanti rilis angka inflasi September yang diperkirakan naik ke kisaran 3% YoY.

Loading...