Gerak Mixed, Rupiah Berakhir Negatif Jelang Laporan Nonfarm Payroll AS

Rupiah - ekonomi.kompas.comRupiah - ekonomi.kompas.com

Setelah bergerak cukup fluktuatif, ternyata harus mengakhiri perdagangan Jumat (4/5) ini di zona merah, ketika menantikan rilis data nonfarm payroll . Menurut laporan Bloomberg Index pukul 15.59 WIB, mata uang Garuda menyelesaikan akhir pekan dengan pelemahan sebesar 6 poin atau 0,04% ke level Rp13.945 per .

Sebelumnya, rupiah ditutup menguat 9 poin atau 0,07% di posisi Rp13.939 per AS pada akhir perdagangan Kamis (3/5) kemarin. Tren positif mata uang NKRI berlanjut pagi tadi dengan dibuka naik tipis 1 poin atau 0,01% ke level Rp13.938 per AS. Setelah bergerak cukup mixed, spot akhirnya ditutup di area negatif.

Dari pasar , indeks dolar AS relatif bergerak stabil terhadap sekeranjang mata uang utama dunia pada hari Jumat, ketika investor menantikan data nonfarm payroll Paman Sam yang diumumkan hari ini waktu setempat. The terpantau hanya melemah tipis 0,010 poin atau 0,01% ke level 92,404 pada pukul 08.28 WIB, setelah sempat dibuka menguat 0,006 poin atau 0,01% di posisi 92,420.

Seperti dilaporkan Reuters, dolar AS telah menghapus semua penurunan sepanjang tahun ini dalam dua minggu terakhir, didukung ekspektasi penaikan acuan , bahkan ketika bank-bank sentral lainnya membutuhkan waktu lebih lama untuk mengurangi stimulus. Namun, setelah FOMC meeting, dengan pernyataan yang kurang hawkish, greenback terlihat menyerah di area merah.

Saat ini, fokus pasar beralih ke laporan nonfarm payroll AS yang bakal dirilis hari ini waktu setempat. Menurut ekonom dalam survei yang dilakukan Reuters, data nonfarm payroll Paman Sam kemungkinan akan meningkat sebanyak 192.000 pekerjaan pada bulan April 2018, setelah hanya mencatat kenaikan sebesar 103.000 pada bulan sebelumnya.

“Dolar AS kemungkinan akan bergerak menguat, terutama terhadap mata uang euro, jika data pekerjaan Paman Sam menunjukkan pertumbuhan upah yang solid,” tutur kepala perdagangan di Pasifik untuk OANDA di Singapura, Stephen Innes. “Jika laporan upah menunjukkan sedikit lebih kuat dari perkiraan, saya pikir euro akan berada di level 1,19 dolar AS.”

Loading...