Gerak Fluktuatif, Rupiah Akhirnya Ditutup Menguat

Rupiah menguatRupiah menguat pada perdagangan Senin (20/4) sore - apahabar.com

JAKARTA – Setelah bergerak fluktuatif, rupiah akhirnya sanggup bertengger di teritori hijau pada Senin (20/4) sore ketika aset berisiko perlahan kehilangan kekuatan seiring makin dekatnya puncak pandemi COVID-19. Menurut paparan Bloomberg Index pada pukul 14.58 WIB, mata uang Garuda ditutup menguat 52 poin atau 0,34% ke level Rp15.413 per dolar AS.

Sementara itu, pagi tadi menetapkan kurs tengah berada di posisi Rp15.543 per dolar AS, terdepresiasi 40 poin atau 0,26% dari perdagangan sebelumnya di level Rp15.503 per dolar AS. Sebelumnya, dalam dua pekan terakhir, kurs referensi JISDOR menunjukkan penguatan tajam, sebesar 5,59%, sehingga pelemahan ini masih bisa dimaklumi.

Dari global, indeks dolar AS menerima dukungan pada hari Senin, ketika aset berisiko perlahan kehilangan kekuatan seiring kekhawatiran mengenai berita yang lebih mengerikan tentang dampak dan di seluruh dunia cenderung berhati-hati sebelum memulai kembali ekonomi. Mata uang Paman Sam terpantau menguat 0,095 poin atau 0,10% ke level 99,877 pada pukul 14.46 WIB.

“Rintangan menghadapi optimisme pasar yang sangat besar,” kata analis Westpac FX di Sydney, Sean Callow, seperti dikutip Reuters. “Tiga minggu seolah menjadi yang terburuk dalam beberapa dekade. Bagi kami, sementara momentumnya mungkin dengan selera risiko sedikit lebih rendah, kami pikir itu sangat rapuh dan harus segera ditarik kembali.”

Minggu ke depan, ditunggu angka ketenagakerjaan bulanan AS, indikator survei zona Eropa, dan triwulan untuk perdagangan dunia Korea Selatan. Minggu ini juga tidak kalah penting untuk pemulihan COVID-19 karena pemerintah di seluruh dunia membuat langkah tentatif untuk mengurangi kebijakan lockdown.

Di AS, ketika angka kematian meningkat menjadi lebih dari 40.000 pada hari Minggu (19/4), gubernur negara bagian telah berdebat dengan Presiden mengenai kapasitas pengujian virus dan seberapa cepat ekonomi mereka dapat dibuka kembali. juga mengamati dengan saksama pengumuman yang akan dikeluarkan di Selandia Baru, apakah batasannya akan dilonggarkan atau diperpanjang.

Di Indonesia, berdasarkan data per tanggal 19 April 2020, ada 6.575 kasus pasien positif COVID-19, dengan 582 di antaranya meninggal dunia dan 686 pasien dinyatakan sudah sembuh. Dengan angka tersebut, jumlah kasus positif di dalam negeri menjadi yang tertinggi untuk kawasan ASEAN berdasarkan data Worldometers.

Loading...