Gerak Cenderung Terbatas, Rupiah Ditutup Melemah 7 Poin di Akhir Pekan

Sesuai prediksi sebelumnya, rupiah berakhir lunglai pada akhir pekan ini (10/6). Menurut laporan Index pukul 15.59 WIB, mata uang Garuda ditutup di level Rp13.294 per , tipis 7 poin atau 0,05% dibanding penutupan perdagangan sebelumnya di posisi Rp13.287 per dolar AS.

Pada sesi perdagangan pagi, rupiah langsung dibuka melemah 11 poin ata 0,08% di level Rp13.298 per dolar AS. Kemudian, mata uang Garuda kembali terdepresiasi 25 poin atau 0,19% ke posisi Rp13.312 per dolar AS pada akhir perdagangan sesi I. Lalu, jelang penutupan pukul 15.55 WIB, rupiah kembali turun tipis 8 poin atau 0,06% ke level Rp13.295 per dolar AS.

Pelemahan rupiah juga dilaporkan Yahoo Finance. Pada pukul 16.19 WIB, mata uang Garuda terpantau turun 23 poin atau 0,17% ke level Rp13.295 per dolar AS.

Menurut Ekonom Samuel Sekuritas , Rangga Cipta, penguatan rupiah terhadap dolar AS memang cenderung mulai tertahan di tengah pergerakan minyak mentah dunia yang mengalami koreksi. “Dolar AS menguat usai beberapa hari tertekan seiring dengan minyak yang terkoreksi,” kata Rangga.

Harga minyak mentah jenis WTI memang terpantau turun 0,22% ke 50,55 per dolar AS pada Jumat pagi meski kemudian mampu bergerak stabil. “Secara teknikal, penguatan rupiah juga mulai jenuh sehingga potensi pelemahan mata uang dalam negeri terhadap dolar AS juga terbuka,” sambung Rangga.

Senada, Kepala Riset NH Securities Indonesia, , mengatakan bahwa laju rupiah mulai terbatas seiring penguatan dolar AS. “Keadaan ini pun dijadikan momentum pelaku untuk melakukan switch pada mata uangnya dan secara perlahan kembali mengakumulasi dolar,” papar Reza.

Loading...