Gerak Cenderung Terbatas, Rupiah Ditutup Melemah 23 Poin

Seperti diperkirakan sebelumnya, sikap yang memilih wait and see jelang rapat Dewan membuat pergerakan menjadi tak leluasa. Menurut Index pada pukul 15.58 WIB, mata uang Garuda harus menutup perdagangan hari ini (20/7) dengan pelemahan sebesar 23 poin atau 0,18% ke level Rp13.112 per AS.

Pelemahan rupiah sudah terjadi sejak awal perdagangan dengan dibuka turun 18 poin atau 0,14% di level Rp13.107 per dolar AS. Mata uang Garuda kembali 9 poin atau 0,07% ke Rp13.098 per dolar AS saat jeda siang, seiring dengan kurs ASEAN yang kompak memerah. Jelang penutupan, atau pukul 15.44 WIB, spot kembali melemah 28 poin atau 0,21% ke posisi Rp13.117 per dolar AS.

Pelemahan rupiah juga diwartakan oleh Yahoo Finance. Pada pukul 15.45 WIB, mata uang Garuda terpantau turun 26 poin atau 0,20% ke posisi Rp13.114 per dolar AS.

“Sebenarnya, faktor positif masih menyelimuti Indonesia yang terlihat dari reli IHSG maupun SUN, namun rupiah sepertinya enggan menguat lebih dalam,” kata Ekonom Samuel Sekuritas Indonesia, Rangga Cipta. “Di saat yang bersamaan, dolar AS kembali menguat di kawasan meski diperkirakan hanya sementara.”

Ada dua sentimen utama yang membuat dolar AS tampil perkasa. Pertama, data penjualan AS yang melonjak 4,8% menjadi 1,19 juta unit sekaligus menunjukkan tren penguatan pada ekonomi AS. Kedua, adanya ekspektasi pelaku pasar mengenai stimulus tambahan dari Bank of Japan pada pertemuan 28-29 Juli mendatang.

Sementara itu, Research and Analyst PT Monex Investindo Futures, Agus Chandra, menuturkan bahwa pelaku pasar yang cenderung mengambil sikap wait and see jelang rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia membuat pergerakan rupiah cenderung terbatas. “Itu membuat rupiah tak bisa bergerak secara leluasa,” kata Agus.

Loading...