Gelisah Tunggu Tarif Impor AS, Rupiah Drop di Kamis Sore

Rupiah - kabarbisnis.comRupiah - kabarbisnis.com

terus bergerak melemah sepanjang Kamis (5/7) ini ketika bersiap menghadapi perang dagang berskala penuh antara AS dan China. Menurut penuturan Index pukul 15.59 WIB, Garuda mengalami pelemahan sebesar 31 poin atau 0,21% menuju level Rp14.394 per dolar AS di tutup dagang.

Sebelumnya, rupiah sempat berakhir menguat 34 poin atau 0,24% di posisi Rp14.363 per dolar AS pada penutupan perdagangan Rabu (4/7) kemarin. Namun, pagi tadi, mata uang NKRI harus berbalik melemah 10 poin atau 0,07% ke level Rp14.373 per dolar AS ketika membuka pasar. Sepanjang hari ini, spot praktis tidak punya otot untuk keluar dari area merah.

Sementara itu, siang tadi Bank Indonesia mematok kurs tengah berada di posisi Rp14.387 per dolar AS, terdepresiasi 44 poin atau 0,31% dari perdagangan sebelumnya di level Rp14.343 per dolar AS. Di saat yang bersamaan, mayoritas mata uang Asia tidak berkutik versus , dengan pelemahan terdalam sebesar 0,37% menghampiri won Korea Selatan.

Dari pasar global, sejumlah mata uang utama dunia bergerak gelisah pada perdagangan Kamis ini, menjelang tenggat waktu rencana pengenaan oleh pemerintah AS terhadap produk impor China esok hari. Pergerakan euro terhadap greenback sedikit berubah ke level 1,1162 dolar AS, sedangkan yen Jepang diperdagangkan di posisi 110,48. Di sisi lain, yuan China relatif stabil, didukung pernyataan People’s Bank of China pada Selasa (3/7) kemarin.

“Pasar telah mendapat pesan dari People’s Bank of China bahwa mereka tidak ingin melemahnya yuan setelah menembus level 6,7,” senior FX & strategi harga di Barclays di Tokyo, kata Shinichiro Kadota. “Otoritas China tidak ingin menggunakan yuan yang lebih lemah sebagai kebijakan perdagangan valuta asing utama. Jika mereka menargetkan yuan yang lebih lemah, itu berpotensi menyebabkan masalah, seperti arus keluar yang dialami kembali pada tahun 2015.”

Seperti dilansir Reuters, para pelaku pasar merasa gugup ketika mereka bersiap menghadapi perang perdagangan berskala penuh antara AS dan China. Pemerintah Paman Sam sebelumnya sempat menuturkan bahwa pihaknya akan mengenakan tarif pada impor China senilai 34 miliar dolar AS mulai 6 Juli dan pemerintah Negeri Panda telah bersumpah untuk merilis ‘serangan balasan’.

Loading...