Geliat Dolar AS Bakal Tahan Laju Rupiah Sepanjang Perdagangan Hari Ini

Meski ditaksir masih bergerak ke tren positif, namun laju penguatan rupiah pada Selasa (15/3) diperkirakan akan tertahan. Pasalnya, indeks AS mulai menggeliat jelang rapat Amerika Serikat (Federal Reserve) pada malam nanti WIB.

Index mengemukakan, pada rupiah dibuka melemah 15 poin atau 0,11% ke Rp13.072 per dolar. Kemudian pukul 08.57 WIB, rupiah kembali terkoreksi 34 poin atau 0,26% ke Rp13.091 per dolar AS. Di sisi lain, indeks dolar AS terpantau menguat 0,47% ke level 96,624 pada Senin (14/3).

“Jelang pertemuan , laju dolar AS mampu bergerak positif,” papar Kepala Riset NH Korindo Securities , Reza Priyambada. “Diharapkan, jika terjadi pelemahan, maka dapat terbatas. Tetap cermati sentimen yang ada.”

Senada dengan Reza, Ekonom Samuel Sekuritas Indonesia, Rangga Cipta, mengatakan bahwa dolar AS yang mulai menguat bisa mencegah laju rupiah. “Namun, penguatan rupiah masih terbuka jika melihat peluang kenaikan FFR target yang masih kecil, selain peluang pemangkasan BI rate yang masih tinggi,” kata Rangga.

Rangga menambahkan, siang ini ditunggu neraca perdagangan yang diprediksi ke kisaran 1 miliar dolar AS. Selain itu, ditunggu juga pertumbuhan impor sebagai indikator pertumbuhan Februari . “Namun, hari ini dolar AS berpeluang kuat di ,” sambungnya.

Di sisi lain, harga minyak dunia kembali terkoreksi usai Iran menggenjot produksi harian. Dini hari tadi, minyak jenis Brent ditutup melemah 2,13% ke 39,53 dolar AS per barel.

Loading...