Gejolak Politik AS Belum Usai, Rupiah Berakhir Naik Tipis

rupiah menguat

Situasi Paman Sam yang kurang kondusif membebani indeks dolar dan mampu dimanfaatkan untuk berbalik menguat pada penutupan perdagangan. Menurut laporan Index pukul 15.59 WIB, mata uang Garuda memungkasi awal pekan (24/7) ini dengan penguatan sebesar 4 poin atau 0,03% ke level Rp13.309 per dolar AS.

Rupiah sebenarnya mengawali perdagangan dengan turun 5 poin atau 0,04% di posisi Rp13.318 per dolar AS. Istirahat siang, mata uang Garuda sangat tipis, 1 poin atau 0,01% ke level Rp13.312 per dolar AS. Jelang penutupan atau pukul 15.49 WIB, spot kembali menguat 2 poin atau 0,01% ke posisi Rp13.311 per dolar AS.

Dari global, indeks dolar AS masih bergerak di kisaran level terendah dalam 13 bulan terakhir, karena gejolak politik Paman Sam yang mengurangi harapan percepatan agenda stimulus dan reformasi . Setelah dibuka naik 0,1% di level 93,952, mata uang Paman Sam kembali menguat 0,05% ke posisi 93,91 pada pukul 08.26 WIB.

Agenda reformasi dan stimulus yang dicanangkan oleh Presiden Donald Trump sepertinya belum bisa terlaksana secepatnya. Pergerakan dolar AS semakin tertekan saat Sekretaris Pers Gedung Putih, Sean Spicer, memutuskan untuk mengundurkan diri dari posisinya karena ketidaksetujuannya terhadap kebijakan Presiden Donald Trump ketika mengangkat Anthony Scramucci sebagai Direktur Komunikasi Gedung Putih.

“Agar dolar berkesempatan menguat kembali dalam waktu dekat, maka akan membutuhkan rebound imbal hasil obligasi AS,” jelas analis valas senior di IG Securities, Junichi Ishikawa, seperti dilaporkan Reuters. “Namun, situasi politik AS saat ini membebani imbal hasil, jadi kami memerlukan data yang kuat untuk melepaskan imbal hasil dari level terendah.”

Sementara itu, siang tadi Bank Indonesia menetapkan kurs tengah berada di level Rp13.319 per dolar AS, menguat 4 poin atau 0,02% dari perdagangan sebelumnya di posisi Rp13.323 per dolar AS. Di saat yang bersamaan, mayoritas mata uang Asia perkasa versus , dengan kenaikan tertinggi dialami won Korea Selatan sebesar 0,22% dan yen Jepang sebesar 0,19%.

Loading...