Gejolak Pasar Saham, Belanja Imlek di China Cuma Tumbuh 10%

Pernak-pernik Imlek - jateng.tribunnews.comPernak-pernik Imlek - jateng.tribunnews.com

SHANGHAI – Negeri Tirai Bambu menghabiskan uang sekitar 926 miliar yuan (146 miliar AS) untuk berbelanja dan makan di restoran selama liburan Tahun Baru Imlek 2018. Meski angka ini naik 10 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu, namun menjadi belanja paling lemah sejak tahun 2005 silam.

Seperti dikutip dari , Kementerian Perdagangan China melaporkan bahwa perlambatan pertumbuhan salah satunya disebabkan oleh gejolak saham menjelang liburan, selain penurunan penjualan real estate. Hal ini dinilai menjadi faktor yang membuat masyarakat menjadi ‘kurang kaya’ dibandingkan libur Imlek tahun-tahun sebelumnya.

Dalam liburan tersebut, masyarakat China lebih banyak yang berbelanja melalui situs online dibandingkan toko konvensional. yang sama juga mencatat bahwa penduduk Negeri Panda juga cenderung memilih melakukan perjalanan ke tempat-tempat wisata dibandingkan mudik untuk menghabiskan liburan di kampung halaman mereka. Perjalanan sendiri melonjak 12,1 persen dari tahun lalu, dengan 386 juta orang bepergian, menurut China National Tourism Administration.

Sekitar 6,5 juta warga China diperkirakan telah bepergian ke luar negeri pada Imlek tahun ini. Seorang wanita muda asal Shanghai melakukan perjalanan pertamanya ke Jepang selama seminggu, menghabiskan lima hari mengunjungi Tokyo, Kyoto, dan Nara. “Saya ingin keluar dari kota-kota besar lain kali, mungkin ke sumber air panas,” katanya.

Sementara, mereka yang pulang ke rumah untuk liburan menghabiskan waktunya untuk hiburan. Penerimaan box-office China melonjak 60 persen pada tahun ini, menjadi lebih dari 5 miliar yuan, menurut perusahaan riset bioskop, EntGroup. Jumlah penonton bioskop China sempat turun pada tahun 2016 dan awal 2017, namun serangkaian film hits telah membawa masyarakat kembali menonton film di bioskop.

Pada Imlek tahun ini, para pekerja berangkat mulai tanggal 15 Februari sampai dengan Rabu minggu berikutnya. Selama periode tersebut, sebanyak 768 juta orang menggunakan aplikasi WeChat Pay keluaran Tencent Holding untuk mengirim hadiah uang kepada keluarga dan teman mereka. Sementara, ritel JD.com dibanjiri pesanan untuk buah dan segar lainnya menjelang liburan.

Loading...